Pages Navigation Menu

Popular Posts

Most Recent Articles

Memilih Jagoan di Piala Dunia 2018 Layaknya Memilih Istri

Posted by on Jun 20, 2018 in essai | 0 comments

Bagi sebagian orang, gelaran Piala Dunia menjadi penuh berkah. Mulai dari para penjual bendera peserta di pinggir jalan, toko daring penjual jersey KW super, atau para pejudi musiman yang muncul empat tahun sekali. Namun jangan sekali-kali konyol dalam bertaruh judi sepak bola, apalagi menyangkut tim-tim di Piala Dunia. Apalagi untuk bertaruh tim-tim Piala Dunia 2018 ini, tidak cukup hanya bermodal wanen dan sugih. Anda harus memikirkan banyak hal sebelum akhirnya yakin bertaruh untuk sebuah tim. Teman saya, Budi (bukan nama sebenarnya) telah kalah ratusan ribu gara-gara menjagokan tim Jerman dan Brasil. Jerman dikalah Meksiko dan Brasil ditahan Swiss. Tanpa analisis mumpuni, tentu teman saya akan kalah terus menerus. Hingga partai final, bisa saja dia sampai menjual motor, karena kalah taruhan terus. Banyak fans sepak bola lupa bahwa perjalanan sebuah tim dalam kompetisi seperti Piala Dunia tidak bisa hanya ditentukan oleh nama besar dan kualitas skuat. Banyak hal yang perlu dianalisis seperti, faktor pelatih, taktik yang digunakan, dan lawan-lawan yang akan dihadapi. Layaknya memilih calon istri, Anda tak bisa hanya mempertimbangkan kecantikan dan kecintaan terhadap calon istri Anda itu, namun analisis juga lingkungan keluarga dan orang tua mereka. Orang-orang tua bilang, babat, bebet, bobotnya juga. Saya berikan ilustrasi, mengapa Jerman yang memiliki kedalaman skuat bagus malah keok menghadapi Meksiko. Tim dengan predikat juara bertahan ini,...

Read More

Di Piala Dunia 2018, Jerman Hanyalah Kuda Hitam

Posted by on Jun 17, 2018 in essai | 0 comments

Setiap hajatan Piala Dunia, teman-teman saya pasti paling banyak mendukung timnas Jerman. Sebagian lagi bisa dipastikan mendukung timnas Brasil. Dua tim itu memang selalu menjadi unggulan. Apalagi Jerman hadir sebagai juara bertahan dan Brasil masih menjadi pemegang piala terbanyak. Di atas kertas, kedua tim tersebut memang tidak bisa diremehkan. Meski liga lokal mereka tidak secemerlang Liga Inggris atau La Liga Spanyol. Ya, hal ini tidak bisa dijadikan acuan. Sebelum sepak mula Piala Dunia 2018 Rusia dilakukan, saya telah memiliki analisis sendiri bahwa Jerman hanyalah kuda hitam pada hajatan tahun ini. Namun saya menunggu waktu yang tepat untuk memaparkannya kepada khalayak. Sebab, analisis ini pasti dianggap mengada-ada oleh teman-teman saya. Apalagi para pendukung Jerman. Setelah melihat pembagian grup dan hasil laga pertama Tim Panser, saya semakin yakin terhadap analisis ini. Tim arahan Joachim Loew berada di Grup F bersama Meksiko, Swedia, dan Korea Selatan. Pada laga pertama (17/6) Die Mannschaft kalah dari Meksiko. Kali ini, Muller dkk. layak menyandang predikat kuda hitam. Saya yakin Anda, pembaca esai ini, juga tidak setuju dengan analisis ini. Apalagi Jerman datang ke Rusia dengan modal juara bertahan, semifinalis Piala Eropa 2016, juara Piala Konfederasi 2017, dan hasil sempurna pada babak kualifikasi zona Eropa. Jika melihat 23 nama yang didaftarkan dalam turnamen, Jerman memang memiliki kedalaman skuat yang mumpuni. Kualitas...

Read More

Bahasa Indonesia, Fakta dan Kenyataannya

Posted by on Jun 11, 2018 in essai | 0 comments

Indonesia masih terpuruk. Sejak 1945 Indonesia dinyatakan merdeka, hingga tahun ini ternyata belum benar-benar merdeka. Bangsa ini masih dijajah bahkan oleh bangsanya sendiri. Sebagian masyarakat Indonesia malu menggunakan bahasanya sendiri. Mereka menganggap bahasa Indonesia tidak keren dan lebih suka menggunakan bahasa asing. Generasi hari ini, yang dinamai generai milenial atau kids zaman now, sangat suka menggunakan bahasa campur aduk. Seperti berkomunikasi dengan bahasa Indonesia dan Inggris dalam satu kalimat. Tren ini juga marak di kalangan pejabat yang seharusnya menjadi...

Read More

Guru Pembangkit Minat Baca

Posted by on Jun 8, 2018 in essai | 0 comments

Kemampuan literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mengomunikasikan gagasan secara lisan. Kemampuan literasi bangsa ini masih relatif rendah. Dibuktikan dari hasil studi Most Littered Nation In the Word yang dilakukan Central Connecticut State University pada 2016 yang menyatakan minat baca masyarakat Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara yang disurvei. Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Ada yang tahu di mana letak negara Bostwana? Berbagai cara telah coba dilakukan oleh...

Read More

Segera Evaluasi Sistem Belajar

Posted by on Jun 2, 2018 in essai | 0 comments

Sering sekali saya mendapat curhat dari siswa terkait sistem belajar yang membosankan sehingga membuat siswa tidak tertarik pada mata pelajaran atau guru tertentu. Seperti misal, ada siswa yang hanya absen pada hari-hari tertentu saja dan dilakukan berulang selama satu semester berjalan. Berdasarkan keterangan siswa bersangkutan, ditemukanlah jawaban bahwa ia takut kepada guru A, pengajar mata pelajaran B. Mata pelajaran B terjadwal di kelas siswa tersebut pada tiap hari Senin jam 1-2. Sesuai catatan kehadiran, siswa tersebut memang sering absen...

Read More

Mitos di Panggung Modern

Posted by on May 21, 2018 in essai | 0 comments

Catatan Pentas Drama Musikal Capung Hantu Bali adalah pulau kecil, luasnya pun hanya 5.780 km persegi dengan jumlah penduduk sekitar 4,5 juta jiwa. Meski begitu, pulau ini tidak luput dari perubahan iklim yang terjadi secara global. Dampaknya mulai dirasakan oleh masyarakat, seperti musim kemarau lebih panjang hingga penurunan populasi capung. Capung merupakan serangga terbang pertama di dunia. Capung adalah serangga akuatik. Hidupnya bergantung pada kualitas air. Di Indonesia ada beragam jenis capung. Beberapa sumber menyebutkan Indonesia memiliki sekitar 900...

Read More

Memupuk Daya Kritis Anak

Posted by on May 20, 2018 in essai | 0 comments

Peran orang tua dalam sebuah keluarga sangat penting. Apalagi dalam hal memfasilitasi daya kritis anak. Sangat diharapkan dalam lingkungan keluarga tumbuh tradisi berpikir yang kritis. Saya jadi ingat dengan keluarga pelaku teror dalam dua kasus terorisme di Surabaya, 13-14 Mei lalu, adalah contoh keluarga terencana dan berketahanan. Namun arah mereka keliru. Sangat disesalkan fenomena doktrinasi terhadap anggota keluarga, termasuk anak-anak, hingga menjurus pada aksi teror. Tampak yang terjadi, orang tua membatasi akses informasi kepada anak. Hasilnya sangat fatal. Anak-anak...

Read More

Catatan untuk Gerakan Literasi Sekolah (GLS)

Posted by on May 14, 2018 in essai | 0 comments

Beberapa tahun belakangan, sejak Kurikulum 2013 (K13) diterapkan, muncul Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Kemunculan GLS memiliki alasan yang kuat. Sebab menurut beberapa hasil riset, gerakan ini darurat untuk dilakukan. Lihatlah data-data yang dicatat Direktorat PSMK berikut. PIRLS (Progress in International Reading Literacy Study) pada 2011 mencatat, Indonesia berada pada peringkat 45 dari 48 negara. Menurut PISA (Programme for International Student Assessment ), Indonesia masih berada pada peringkat 64 dari 70 negara (2015). Selanjutnya, menurut data INAP (Indonesia National Assessment Program)...

Read More

Bukan Salah UNBK

Posted by on May 13, 2018 in essai | 0 comments

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bali merilis nilai hasil ujian nasional (UN) SMA/SMK 2018 (bisa dilihat di disdikpora). Hasilnya menunjutkan rata-rata UN tahun ini turun dibanding 2017. Dari hasil tersebut, mengerucut fakta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) memicu penurunan tersebut. Dua penyebab menurunnya nilai UN tahun ini, seperti dipaparkan Ketua PGRI Bali, I Gede Wenten Aryasuda di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Lapangan Renon, Minggu (13/5) yaitu dimasukkannya soal dengan standar lebih tinggi dan diberlakukannya...

Read More

Karena Dia Perempuan

Posted by on May 10, 2018 in cerpen | 0 comments

Menjadi perempuan tidak pernah mudah, khususnya di Bali. Kerap kali para perempuan mendapat keraguan dan perlakuan yang berbeda oleh masyarakat terhadap kemampuan mereka. Meski begitu, perempuan harus membuktikan kemampuan mereka. Bahkan perlakuan berbeda didapat perempuan oleh perempuan lain. Biasanya oleh para perempuan yang merasa “memiliki kuasa” terhadap perempuan lain yang lebih “lemah”. Banyak di antaranya mengalami berbagai macam kekerasan. Sebab pihak yang seharusnya memberikan rasa aman dan keadilan pun berlaku diskriminatif kepada perempuan. Persoalan demi persoalan dihadapi perempuan karena...

Read More