Pages Navigation Menu

Popular Posts

Most Recent Articles

Nendang Penalti itu Berat, Biar Harry Kane Saja

Posted by on Jul 4, 2018 in essai | 0 comments

Pada sebuah momen, Gareth Southgate, pelatih timnas Inggris sempat berkata, “(penalti) itu bukan keberuntungan. Bukan juga tentang kesempatan. Adu penalti adalah tentang kemampuan menguasai diri di bawah tekanan. Banyak yang bisa Anda lakukan untuk menguasai diri di momen itu (adu penalti), bukan malah dikuasai momen tersebut”. Maklum saja, Southgate pernah mengalami trauma dengan adu penalti. Ia ingat betul perasaan mual yang menyeruak ke kerongkongan ketika penjaga gawang Jerman, Andreas Kopke berhasil menghalau tembakannya dari titik 12 pas. Itu terjadi saat semifinal Piala Eropa 1996. Ia menjadi satu-satunya eksekutor Inggris yang gagal menunaikan tugas hingga timnya tersingkir. Setelah 22 tahun, mantan manajer Middlesbrough ini berhasil membayar hutangnya kepada rakyat Inggris. Tim Tiga Singa di bawah asuhannya berhasil lolos dari adu penalti lawan Kolombia pada babak 16 besar Piala Dunia 2018 ini. Tentu saja banyak fans merasa berbahagia, begitu pula sebagian fans keheranan. Semua sudah tahu bahwa skuat The Three Lions sangat payah dalam urusan adu penalti. Meski mereka pernah punya pemain sekaliber Gary Lineker atau David Beckham. Dari 7 kali adu penalti di turnamen besar, Piala Eropa dan Piala Dunia, mereka hanya menang sekali, yaitu pada perempat final Piala Eropa 1996. Khusus di Piala Dunia, pada 3 kesempatan sebelumnya mereka selalu gagal. Maka, ketika mereka akhirnya berhasil memenangi adu penalti saat melawan Kolombia (4/7) kemarin,...

Read More

Sajak tentang Makanan dan Minuman

Posted by on Jul 2, 2018 in sajak | 0 comments

Sajen Ayam tiada yang mati hanya lahir kembali oleh dewata adalah untuk dewata hinggap di hati tiap manusia pada tiap sudut semesta dirindukan mantra suci para sulinggih dan kepulan asap dupa dibakar sujud sajen di bawah hujan purnama ialah rupa syukur mereka terlacak kisah tak terucap membalur tubuh bumi, mengkilat oleh air mata siapa musim berlalu bawa pilu menyeka sakit merindu untuk penghuni tanah-Mu berbahagialah-berbahagialah kepak sepasang sayapmu meski kadang sunyi suka cita ini janganlah sampai memberangus kebaikan hati-Mu abadi mesti kadang masih terasa ngilu hingga ke sumsum tulang tempatku pulang (2018) Ritual Minum Teh Jika mungkin sediakan sore pekat dan untaian doa penolak hari buruk pada cangkir keramik hadiah ibu suatu siang itu aduk-aduk tangan angin agar kesayangan lekas matang seperti titik-titik embun lama ditunggu sebagai menu favorit (2017) Meminum Kopi Rintik sisa hujan menyejukkan mengiringi perjalanan menuju secangkir kopi adalah berkat bagi lambung Sore semakin gigil jalan setapak makin lengket mampirlah jika tak sibuk sekadar bertegur sapa buat buah tangan bercerita tentang pemandangan indah pesona pisang goreng dan lupis ketan aroma pandan buatan istri atau menyimpan sejuk pedesaan dalam satu dua jepretan langit cerah, angin tawa, dan keluh lirih atau kembang kopi pendongeng ulung perekam kisah nenek moyang juga penjawab bagi segala pertanyaanmu bahkan hingga malam menggeliat manis serupa cairan gula palem...

Read More

Ruang-ruang untuk Perempuan

Posted by on Jun 30, 2018 in essai | 0 comments

“Catatan Pentas Menu Masa Depan” Di dunia nyata, para perempuan seakan tidak mendapat panggung. Maka penting untuk menciptakan ruang bagi perempuan, atau sekadar memberi ruang untuk mereka. Inilah yang coba dilakukan dalam pentas kedua Perempuan Mahima dari Komunitas Mahima Singaraja. Pentas berjudul Menu Masa Depan dihadirkan oleh Perempuan Mahima dari Komunitas Mahima (29/6) di Guntur Corner, Jl Buluh Indah No 51X Denpasar. Pementasan yang seluruhnya digarap oleh perempuan ini haruslah diapresiasi setinggi-tingginya. Sebab tak banyak yang bersedia memberikan ruang...

Read More

Dua Prosa Liris

Posted by on Jun 29, 2018 in sajak | 0 comments

Pulang Mendengar Kicau Burung Semakin sering aku pulang, kicaumu makin lantang. Di antara kerumunan peristiwa, memanggil-manggilku datang. Siapa yang kau ajak bernyanyi hari ini? Kau tak beri isyarat, hanya munculkan bayang lampau. Namun, samar kurasa aroma kabar pahit, disembunyikan beribu menit. Menelusuri batas waktu di laut luas tak terperi. Kutemukan kembali dirimu dalam rona cakrawala. Ada sunyi pada kicau pertamamu. Dengan syarat kepak sayap menyala darah. Entah karena robek sayatan embun kemarau bulan Mei. Saat bangku dingin tersipu malu...

Read More

Memilih Jagoan di Piala Dunia 2018 Layaknya Memilih Istri

Posted by on Jun 20, 2018 in essai | 0 comments

Bagi sebagian orang, gelaran Piala Dunia menjadi penuh berkah. Mulai dari para penjual bendera peserta di pinggir jalan, toko daring penjual jersey KW super, atau para pejudi musiman yang muncul empat tahun sekali. Namun jangan sekali-kali konyol dalam bertaruh judi sepak bola, apalagi menyangkut tim-tim di Piala Dunia. Apalagi untuk bertaruh tim-tim Piala Dunia 2018 ini, tidak cukup hanya bermodal wanen dan sugih. Anda harus memikirkan banyak hal sebelum akhirnya yakin bertaruh untuk sebuah tim. Teman saya, Budi (bukan...

Read More

Di Piala Dunia 2018, Jerman Hanyalah Kuda Hitam

Posted by on Jun 17, 2018 in essai | 0 comments

Setiap hajatan Piala Dunia, teman-teman saya pasti paling banyak mendukung timnas Jerman. Sebagian lagi bisa dipastikan mendukung timnas Brasil. Dua tim itu memang selalu menjadi unggulan. Apalagi Jerman hadir sebagai juara bertahan dan Brasil masih menjadi pemegang piala terbanyak. Di atas kertas, kedua tim tersebut memang tidak bisa diremehkan. Meski liga lokal mereka tidak secemerlang Liga Inggris atau La Liga Spanyol. Ya, hal ini tidak bisa dijadikan acuan. Sebelum sepak mula Piala Dunia 2018 Rusia dilakukan, saya telah memiliki...

Read More

Bahasa Indonesia, Fakta dan Kenyataannya

Posted by on Jun 11, 2018 in essai | 0 comments

Indonesia masih terpuruk. Sejak 1945 Indonesia dinyatakan merdeka, hingga tahun ini ternyata belum benar-benar merdeka. Bangsa ini masih dijajah bahkan oleh bangsanya sendiri. Sebagian masyarakat Indonesia malu menggunakan bahasanya sendiri. Mereka menganggap bahasa Indonesia tidak keren dan lebih suka menggunakan bahasa asing. Generasi hari ini, yang dinamai generai milenial atau kids zaman now, sangat suka menggunakan bahasa campur aduk. Seperti berkomunikasi dengan bahasa Indonesia dan Inggris dalam satu kalimat. Tren ini juga marak di kalangan pejabat yang seharusnya menjadi...

Read More

Guru Pembangkit Minat Baca

Posted by on Jun 8, 2018 in essai | 0 comments

Kemampuan literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mengomunikasikan gagasan secara lisan. Kemampuan literasi bangsa ini masih relatif rendah. Dibuktikan dari hasil studi Most Littered Nation In the Word yang dilakukan Central Connecticut State University pada 2016 yang menyatakan minat baca masyarakat Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara yang disurvei. Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Ada yang tahu di mana letak negara Bostwana? Berbagai cara telah coba dilakukan oleh...

Read More

Segera Evaluasi Sistem Belajar

Posted by on Jun 2, 2018 in essai | 0 comments

Sering sekali saya mendapat curhat dari siswa terkait sistem belajar yang membosankan sehingga membuat siswa tidak tertarik pada mata pelajaran atau guru tertentu. Seperti misal, ada siswa yang hanya absen pada hari-hari tertentu saja dan dilakukan berulang selama satu semester berjalan. Berdasarkan keterangan siswa bersangkutan, ditemukanlah jawaban bahwa ia takut kepada guru A, pengajar mata pelajaran B. Mata pelajaran B terjadwal di kelas siswa tersebut pada tiap hari Senin jam 1-2. Sesuai catatan kehadiran, siswa tersebut memang sering absen...

Read More

Mitos di Panggung Modern

Posted by on May 21, 2018 in essai | 0 comments

Catatan Pentas Drama Musikal Capung Hantu Bali adalah pulau kecil, luasnya pun hanya 5.780 km persegi dengan jumlah penduduk sekitar 4,5 juta jiwa. Meski begitu, pulau ini tidak luput dari perubahan iklim yang terjadi secara global. Dampaknya mulai dirasakan oleh masyarakat, seperti musim kemarau lebih panjang hingga penurunan populasi capung. Capung merupakan serangga terbang pertama di dunia. Capung adalah serangga akuatik. Hidupnya bergantung pada kualitas air. Di Indonesia ada beragam jenis capung. Beberapa sumber menyebutkan Indonesia memiliki sekitar 900...

Read More