Pages Navigation Menu

keping 6 (novel perdana: CINTA 24 karya Esa Bhaskara)

Posted by on May 24, 2010 in Lain-Lain | 0 comments

KEPUTUS ASAAN S ehari setelah peristiwa menyesakkan itu, Ayu seakan tidak memiliki gairah hidup. Ia merasa semuanya sudah dirampas oleh Putera. Bunuh diri seakan obat yang paling manjur untuk mengobati sakit dan perih yang ia rasakan. Dan hampir saja ia melakukannya jika tidak cepat disadarkan oleh Andre, sahabatnya. Masih dalam tangis yang begitu menyesakkan dan rasa yang begitu dalam melukai hatinya, Ayu lemah tak berdaya. Dia menjadi labil. Sakit hatinya selalu menggoyahkan pertahanan batinnya. Ia selalu merasa jadi orang yang tidak berguna. Orang yang sudah tidak berharga. Hatinya begitu remuk. Pecah berkeping-keping. Setelah ia di angkat sedemikian tinggi, diajak terbang ke langit ke tujuh menikmati surga dunia, tiba-tiba Putera menghempaskannya tanpa rasa. Memang, Ayu tak pernah mengharapkan balasan apapun, tapi Ayu sudah memberikan semuanya, mengorbankan apa pun yang bisa membahagiakan Putera, tapi semua bunga yang Ayu berikan dibalas dengan...

Read More