Pages Navigation Menu

Saat Kepedulian Terhadap Pertanian Segera Ditumbuhkan

Posted by on Aug 23, 2011 in Lain-Lain | 0 comments

Bali sejak dulu terkenal sebagai wilayah agraris. Bentangan sawah yang luas tidak hanya difungsikan sebagai pemenuh kebutuhan pangan warganya, melainkan juga berkembang sebagai tempat pariwisata yang begitu elok untuk tidak dinikmati. Lihat saja apa yang terjadi di Desa Jatiluwih, Tabanan. Hingga ada julukan Tabanan sebagai Kota Lumbung Padi. Saat ini masihkah seperti itu? Jika kondisinya seperti sekarang ini, saya pikir hanya akan meninggalkan julukannya saja Bali sebagai wilayah agraris yang termasyur dengan subaknya. Pemberdayaan sektor pertanian Bali tidak bisa lagi dikelola dengan pola-pola konvensional, perlu adanya revolusi segera. Komitmen untuk menyatakan revolusi itu harus didukung oleh kebijakan pemerintah yang benar-benar mau berpihak kepada sektor pertanian. Di Bali, hanya Unud yang saya lihat aktif memperhatikan bidang pertanian ini. Ketika keadaan seperti ini, kemandirian pangan tidak akan pernah bisa terlaksana. Hanya akan menjadi mimpi. Hal ini tidak boleh dipandang sebelah mata,...

Read More

PENYESALAN SELALU DATANG BELAKANGAN

Posted by on Aug 20, 2011 in Lain-Lain | 0 comments

Mengapa kita sesalu menilai budaya barat adalah budaya negatif? Harusnya kita mengambil budaya-budaya barat yang positif. Kita tidak bisa menghakimi seseorang dari prilaku negatifnya saja, karena setiap manusia pasti pernah berbuat negatif. Negatif itu relatif. Begitu pula analogi bagi penilaian terhadap sebuah kebudayaan. Mengapa kita tidak pernah belajar dari orang-orang China? Mereka mayoritas pengusaha yang selalu berusaha mengembangkan perusahaan warisan mereka secara turun temurun. Hingga nantinya ia wariskan ke cucu mereka. Apa artinya itu? Ini berarti bahwa, jangan berikan kesempatan pihak luar menjadi raja di kerajaan kita. Ini sama halnya dengan proyek jalan tol di Bali. Harusnya, dari sejak dulu diprioritaskan untuk dikelola oleh Pemprov Bali bekerja sama dengan Pemkab Badung. Jangan biarkan masyarakat bali jadi tamu di negeri sendiri, melihat lahannya dikerjakan orang asing dalam hal ini PT. Jasa Marga Tbk. Pemprov Bali yang tahu akan lahan ini,...

Read More

REALITA BAHASA INDONESIA

Posted by on Aug 13, 2011 in Lain-Lain | 0 comments

ilustrasi 🙂 Rendahnya angka kelulusan mata pelajaran bahasa Indonesia pada ujian nasional 2011 jenjang SMA/MA dinilai akibat soal terlalu sulit. Naskah soal tergolong sulit karena lebih mengutamakan soal yang bersifat penalaran. Terlalu banyak soal yang diawali dengan bacaan juga sebenarnya menghambat siswa dalam mengefektifkan waktu. Banyak soal yang tanpa bacaan pun bisa dijawab, tetapi malah berisi bacaan. Tentu saja hal ini akan berpengaruh dalam pengerjaan soal. Selain karena kemampuan siswa secara pribadi terhadap mata pelajaran bahasa Indonesia yang mungkin memang rendah. Ada banyak faktor yang bisa kita telusuri terkait masalah di atas. Karena jebloknya nilai ujian nasional terjadi secara umum (banyak), berarti bukan karena pribadi, tetapi mungkin memang soalnya benar-benar sulit. Proses pembelajaran di kelas kurang efektif, kurikulum yang disajikan, atau faktor buku, dan bisa saja kemampuan gurunya yang kurang. Jujur saja, ini masalah yang cukup pelik. Semua pihak...

Read More