Pages Navigation Menu

Posted by on Sep 24, 2011 in Lain-Lain | 0 comments

Sebanyak 14 pegawai negeri sipil (PNS) di Kota Blitar, Jawa Timur, dihukum dengan cara dijemur karena mangkir saat kegiatan upacara bendera peringatan HUT Ke-66 RI pada 17 Agustus 2011 (seperti diberitakan Kompas.com Rabu, 21 September 2011). Sebuah kemajuan jika memang kedisiplinan sudah diterapkan ke semua elemen. Jangan hanya menuntut disiplin siswa jika sang guru tidak disiplin. Pun sebaliknya, guru hendaknya memberi contoh bagaimana disiplin itu. Bagaimana kita bisa menjadi bangsa yang besar jika rakyatnya sendiri belum bisa menghargai negara tercinta (baca Upacara bendera HUT...

Read More

Budaya Patriarki, Antara Dunia Nyata dan Sastra

Posted by on Sep 22, 2011 in Lain-Lain | 0 comments

Marginalisasi atas peran dan eksistensi perempuan khususnya di Bali hingga kini masih hangat diperbincangkan. Budaya patriarki mengatur perempuan sehingga tidak memiliki kuasa untuk turut menentukan kebijakan-kebijakan di segala lini bahkan yang menyangkut diri pribadinya. Hegemoni budaya patriarki yang sedari awal dipandang pernah tumbuh dan lekat dalam sendi kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Bali telah membentuk sekaligus mendasari pola-pola hubungan tertentu terutama antara lelaki dan perempuan. Selama ini, perempuan selalu dieksploitasi dalam tataran apa pun. Adanya “tokoh” Leak, Pekerja Seks Komersial (PSK), pahlawan devisa (TKW) yang disiksa bahkan dibunuh adalah ekploitasi lingkungan terhadap perempuan itu sendiri. Tapi, lambat laun mulai terjadi sebuah “perlawanan” dari perempuan-perempuan itu. Mulai dari Sukreni gadis Bali hingga Tantri dengan ceritanya. Sudah bukan hal baru lagi, menyaksikan adegan tokoh wanita menangis bahkan “merengek-rengek” akibat perlakuan tokoh pria dalam sebuah tayangan sinetron. Tayangan program sinetron seperti ini...

Read More

Penegak Hukum Dituntut Lebih Sakti

Posted by on Sep 21, 2011 in Lain-Lain | 0 comments

Gencarnya penangkapan pemain-pemain dalam praktik judi di Bali akhir-akhir ini membuat masyarakat agak lega. Tertangkapnya sang Bandar togel pun, semakin meyakinkan masyarakat bahwa judi togel di Bali akan segera berakhir. Tapi, tidak ternyata endingnya tidak segampang apa yang diprediksikan banyak orang. Awalnya saya salut dengan kinerja yang telah dilakukan oleh Kapolda Bali, dengan “mencabut” praktik judi togel sampai ke akar-akarnya. Seperti yang kita ketahui, togel adalah praktik kriminal yang cukup sakti. Karena (seperti yang diisukan) orang-orang besar ikut andil di dalamnya. Tapi segera muncul kesangsian di benak saya, akankah proses hukum kasus ini bisa benar-benar tuntas.? Ataukah akan bernasib sama dengan kasus-kasus terdahulu yang menghilang tiba-tiba tanpa ending yang jelas? Kecenderungan kasus-kasus di negeri ini seperti hangat-hangat tai ayam. Pertanyaan berikutnya, apakah kasus ini bisa terselesaikan dengan “bersih”? Seperti kecenderungan lain yang sering terjadi pada kasus-kasus pejabat ataupun orang-orang...

Read More

Realita Bahasa Indonesia

Posted by on Sep 21, 2011 in Lain-Lain | 0 comments

Rendahnya angka kelulusan mata pelajaran bahasa Indonesia pada ujian nasional 2011 jenjang SMA/MA dinilai akibat soal terlalu sulit. Naskah soal tergolong sulit karena lebih mengutamakan soal yang bersifat penalaran. Terlalu banyak soal yang diawali dengan bacaan juga sebenarnya menghambat siswa dalam mengefektifkan waktu. Banyak soal yang tanpa bacaan pun bisa dijawab, tetapi malah berisi bacaan. Tentu saja hal ini akan berpengaruh dalam pengerjaan soal. Selain karena kemampuan siswa secara pribadi terhadap mata pelajaran bahasa Indonesia yang mungkin memang rendah. Ada banyak faktor yang bisa kita telusuri terkait masalah di atas. Karena jebloknya nilai ujian nasional terjadi secara umum (banyak), berarti bukan karena pribadi, tetapi mungkin memang soalnya benar-benar sulit. Proses pembelajaran di kelas kurang efektif, kurikulum yang disajikan, atau faktor buku, dan bisa saja kemampuan gurunya yang kurang. Jujur saja, ini masalah yang cukup pelik. Semua pihak hendaknya mencari...

Read More

JALAN RUSAK JANGAN DIBIARKAN TERUS RUSAK

Posted by on Sep 13, 2011 in Lain-Lain | 0 comments

Kecelakaan di jalan raya kerap terjadi akhir-akhir ini, baik di kota besar maupun di desa. Kecelakaan di jalan raya tidak hanya disebabkan oleh kurangnya kedisiplinan pengendara, tetapi juga faktor infrastruktur jalan yang rusak. Jalan-jalan rusak ini bahkan menjadi momok tersendiri bagi para pengendara. Kecelakaan tidak jarang terjadi di ruas jalan yang bergelombang atau pun berlubang. Infrastruktur jalan yang rusak ini tidak hanya terdapat di desa, di kota pun ada, sehingga kecelakaan di jalan raya ada di mana-mana. Masalahnya sekarang adalah jalan-jalan yang rusak ini tidak segera mendapat penanganan serius dari pihak terkait. Belbagai alasan pun mereka munculkan, salah satu yang paling sering adalah karena tidak ada anggaran untuk perbaikan jalan itu. Benar tidaknya itu urusan lain. Masyarakat hanya ingin jalan rusak itu hendaknya segera diperbaiki, karena telah melunasi segala kewajibannya, mereka hendak mendapatkan haknya yaitu ruas-ruas jalan yang bagus....

Read More