Pages Navigation Menu

Mengapa Rok Mini?

Posted by on Mar 28, 2012 in Lain-Lain | 0 comments

Sampai kapanpun perempuan akan selalu menjadi kontroversi karena tubuhnya. Karena bentuk tubuh perempuan tidak sama dengan bentuk tubuh lelaki, maka sampai kapan pun perlakuan terhadapnya tidak akan pernah sama. Kenapa setelah ribuan tahun perempuan masih meneriakkan persamaan hak? Karena tubuh perempuan tidak sama? Perempuan kaya lekukan. Ia berlekuk di simpul senyum, di dada, di pinggul, di tempat-tempat yang tidak dimiliki lelaki. Seakan tubuh perempuan selalu menjadi semacam “pelanggaran”, sehingga banyak orang merasa harus mengaturnya. Paling absurd adalah kenyataan bahwa perempuan dianggap tidak kompeten untuk mengatur tubuhnya sendiri. Perempuan menjadi kurang punya hak atas tubuhnya sendiri. Maka bagi saya, yang patut diperjuangkan sebenarnya bukan semata hak-hak yang sama dengan laki-laki, melainkan hak otonomi atas tubuhnya. Siapa yang tidak tergoda untuk mengomentari perempuan berrok mini atau berkaos superketat? Siapa lelaki yang tidak suka melihat sesuatu ‘di luar kebiasaan,’ eksotis, sensual, maka...

Read More

Resensi: Jangan Mati di Bali; Upaya Menemukan Bali

Posted by on Mar 26, 2012 in Lain-Lain | 0 comments

Judul : Jangan Mati di BaliPenulis : Gde Aryantha SoethamaPenerbit : Penerbit Buku KompasTahun : I, 2011Halaman : 316 halamanHarga : Rp. 54.000 Ada gula ada semut. Bali adalah gula dan di luar sana sudah banyak semut yang bersiaga menikmati gula itu. Bali merupakan kota pariwisata yang eksotik. Selain itu Bali memiliki bentangan alam yang elok, budaya dan adat istiadat masyarakat setempat yang melimpah ruah sekaligus menawan dan memikat hati wisatawan. Tidak salah bila Bali kerap dijadikan sebagai tempat tujuan utama oleh para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Itulah beberapa penggambaran Bali secara umum oleh orang-orang luar Bali, orang luar yang sudah lama tinggal di Bali. Seperti yang dituliskan oleh penulisnya, Gde Aryantha Soethama dalam pengantar buku ini bahwa sudah terlalu banyak tulisan tentang Bali, tampil dengan aneka rupa dan sudut pandang. Tulisan-tulisan itu bisa dikatakan kurang akurat, sehingga...

Read More

Resensi: Madre; Sebuah Penjelajahan Rasa

Posted by on Mar 23, 2012 in Lain-Lain | 0 comments

sumber: Google Judul : Madre Pengarang : Dewi Lestari “Dee” Editor : Sitok Srengenge Penerbit : Bentang Pustaka Cetakan : Cetakan kedua, Agustus 2011 Tebal Buku : 162 halaman; 20cm Madre adalah salah satu buku yang diterbitkan oleh Bentang pustaka dikemas secara ringan dan menarik. Antologi ini merupakan salah satu hasil karya dari penulis ternama Dewi Lestari atau yang biasa dikenal dengan nama pena “Dee” lahir di Bandung, 20 Januari 1976. Sejak menerbitkan novel Supernova yang populer pada tahun 2001, ia juga dikenal luas sebagai novelis. Adapun karya fiksi Dee lainnya seperti Filosofi kopi (2006) dan Rectoverso(2008). Madre merupakan kumpulan karya Dee yang ketujuh selama lima tahun terakhir. Terdiri dari 13 karya fiksi dan prosa pendek disuguhkan dengan berbagai tema menarik seperti perjuangan seorang pemuda yang ingin menghidupkan kembali toko roti, arti sesungguhnya tentang apa itu cinta, dan juga...

Read More

PEMILU = DEMOKRASI SEMU

Posted by on Mar 19, 2012 in Lain-Lain | 0 comments

Pemilihan langsung (pemilu) menjadi salah satu sistem pemilihan umum semenjak bergulirnya reformasi. Pemilu juga dianggap sebagai salah satu indikasi pelaksanaan demokrasi dengan partisipasi rakyat yang lebih besar dalam menentukan pemerintahan. Banyak pihak yang menganggap demokrasi dan keterbukaan dengan partisipasi rakyat telah membuat kemajuan dalam sejarah politik Indonesia. Saya sajikan perspektif lain dalam memandang sistem pemilu. Pemilihan langsung sering kali menjadi indikasi pelaksanaan demokrasi dalam sebuah sistem kenegaraan. Tidak terlalu berlebihan jika kita mengatakan pemilihan langsung dan proses demokrasi yang sedang berlangsung tidak lebih dari penyalahgunaan suara rakyat secara legal dan sistematis. Lebih kasar lagi, pemilihan langsung dan proses demokrasi merupakan cara yang cerdas dan efektif untuk menipu dan membodohi rakyat. Banyak bukti dan fakta yang menguatkan pendapat ini. Saya ambil satu contoh saja bukti yang mendukung pendapat di atas, yaitu dalam proses pemilihan kepala daerah (pilkada). Saya pikir pilkada...

Read More