Pages Navigation Menu

I Love Silence

Posted by on Apr 29, 2012 in Lain-Lain | 0 comments

inilah tampak gue kalo malam-malam depan laptop Gue suka banget nulis pagi-pagi buta gini. Entah kenapa, saat lampu udah mati, semua orang tidur, dan pikiran bahwa gue lagi “sendirian” kayak gini bisa memberikan dorongan kreatif tersendiri. Gue bisa serius menulis, dieeem gitu aja, mikir, dan mikir, dan mikir. Berbeda dengan apa yang orang pikir, saat gue lagi nulis imajinasi, muka gue serius banget. Gue ngetik sebentar-sebentar, lalu menyeruput coolin coffee, memandang langit-langit kamar. Apalagi kalo ujan, wah tambah sedap. Alis gue mengkerut, seolah-olah yang gue tulis adalah sebuah makalah super-serius, tapi yang sebenernya gue tulis adalah hal-hal bodoh yang mungkin bagi orang-orang adalah buang-buang waktu. Tapi gue nemuin kenikmatan tersendiri. Apalagi ketika gue mandi atau duduk di kloset. Ide-ide kreatif pasti selalu muncul. Makanya gue di toilet itu lama. Bukan lama mandi atau buang air, tapi lama bengong dengan...

Read More

Persamaan Jender Harus Disikapi Lebih Realistis

Posted by on Apr 21, 2012 in Lain-Lain | 0 comments

Tak selamanya persamaan laki-laki dan perempuan itu mungkin terjadi. Dalam beberapa hal seperti pendidikan, karier, dan keluarga, persaman hak ini memang memungkinkan untuk dicapai. Namun harus disadari bahwa dalam beberapa hal yang lain kesamaan ini tidak mungkin terwujud 100 persen, misal dalam hal kekuatan, ketahanan mental dan fisik antara pria dengan wanita. Kadang para perempuan menjadi tidak realistis dalam menuntut persamaan hak dan emansipasi. Di satu sisi hal ini baik, namun di sisi lain menjadi seperti melupakan kodrat mereka sebagai perempuan, yang mau tak mau fisik dan ketahanannya lebih lemah daripada pria. Bukan berarti, perempuan lebih lemah dan tidak mampu berbuat apa-apa. Perempuan hendaknya mensyukuri apa yang dimiliki. Pada dasarnya perempuan memiliki sifat yang androgini, yaitu sifat gabungan antara laki-laki yang kuat, tegas, dan rasional, dengan perempuan yang penyayang, teliti, dan ulet. Hal ini sesungguhnya menciptakan dualisme dalam diri...

Read More

(Harusnya) Menjadi Mahasiswa Jangan Kuliah Saja

Posted by on Apr 20, 2012 in Lain-Lain | 0 comments

Ketika kuliah, harusnya menekuninya dengan serius, namun itu bukan satu-satunya yang harus dilakukan. Mumpung sedang kuliah di kampus pilihan, kenapa tidak memanfaatkan semua fasilitas dan kesempatan yang ada? Memang hal-hal tersebut tidak berpengaruh pada IP (Indeks Prestasi) tetapi kita akan mendapat pengalaman terbaik. Pengalaman itu mahal harganya. Terpenting selalu berproses. Jika kita berniat menjadi pegawai setelah lulus misalnya, syarat pertama adalah IP, sehingga kuliah harus dilakukan dengan serius. Namun tahap wawancara, sudah mulai melihat soft skill apa yang kita punya. Sehingga sembari mengasah kemampuan dan keahlian kita ketika kuliah, lakukan juga kegiatan yang meningkatkan kualitas diri, diluar akademis. Melakukan banyak kegiatan di luar kegiatan akademis ketika kuliah sangat berguna. walau begitu, sesuaikan porsi, tidak menjadi yang utama. Jika kita berlama-lama menempuh kuliah, bahkan drop out, bayangkan hal ini sebagai modal yang terbuang. Rugi waktu, rugi uang kuliah, rugi energi,...

Read More

Memaklumi Praktik Mencotek

Posted by on Apr 20, 2012 in Lain-Lain | 0 comments

Mencontek merupakan tindakan yang tidak terpuji. Mencontek adalah cerminan dari rasa tidak percaya diri. Mencontek adalah moral yang tercemar. Mencontek adalah praktek korupsi skala kecil, dan bisa berpengaruh besar jika dilakukan dengan sangat rapi. Mencontek harus dimaklumi. Siapa yang mempermasalahkan praktik mencontek? Orang-orang yang memiliki moralitas! Lalu setelah mengetahui mencontek perbuatan tidak terpuji, mengapa dihalalkan? Keadaan untuk menyelamatkan diri adalah penyebabnya! Tak selamanya mencontek salah kan? Bijaksanalah kiranya jika mencontek dimaklumi. Berbeda dengan praktik korupsi sekala besar, seperti makan uang rakyat misalnya, tidak ada celah untuk dimaklumi. Praktik ini jelas-jelas salah dan bertentanga dengan hukum. Pun mereka melakukannya bukan karena keadaan menyelamatkan diri melainkan untuk memperkaya diri. Korupsi ini memang sebuah pekerjaan sampingan yang sangat menguntungkan. Kembali pada masalah mencontek, mencontek yang dilakukan oleh pelajar ketika ujian nasional (UN) perlu dimaklumi. Mereka dituntut lulus ataupun meraih nilai bagus ketika...

Read More

Kisan si UN dan 5 Paket Soal

Posted by on Apr 15, 2012 in Lain-Lain | 0 comments

Pelan-pelan tapi pasti, dari waktu ke waktu proses ujian akhir tidak lagi steril dari kata curang. Entah dari mana virus ini datang. Namun yang pasti setiap tahun kian berkembang. Semula mencontek adalah kreatifitas peserta didik sendiri untuk meniru pekerjaan teman, sampai akhirnya melibatkan guru dan kepala sekolah, hingga menyuburkan kecurangan ini. Beberapa kali diberitakan ada guru yang ‘diam-diam’ menyelinap’ masuk ke ruang ujian untuk menuliskan kunci jawaban di papan tulis untuk dicontek peserta. Ada guru yang membuatkan kunci jawaban di kertas sebelum ujian dimulai lalu dibagikan kepada siswa-siswanya. Lalu peserta saling berbagi kunci jawaban yang dibuatkan guru. Masih banyak lagi bentuk keterlibatan guru dalam mencurangi “prosesi keramat” itu. Kecurangan pada Ujian Nasional (UN) kini tidak hanya ulah peserta didik, tapi juga melibatkan para pendidik, seperti kasu-kasus di atas. Ini yang menimbulkan kesangsian terhadap pelaksanaan UN sebagai sebuah proses evaluasi....

Read More