Pages Navigation Menu

Pemerintah Merusak Ekologi Hanya Demi Pencitraan?

Posted by on May 7, 2012 in Lain-Lain | 0 comments

Sangat mengerikan melihat foto yang terpampang di halaman depan Bali Post, Minggu 6 Mei 2012. Sebuah foto alat berat mencaplok 2,3 hektar hutan bakau. Bersama timbunan batu kapur yang siap menutup rimbunan bakau yang akan menjadi legenda. Cepat atau lambat, pembunuhan massal ekologi di tiga titik, yaitu Benoa, seputaran Bandara Ngurah Rai, dan ujung Nusa Dua tak akan terelakkan. Inilah proyek pencitraan jangka pendek yang jangka panjangnya akan makin mengikis unsur palemahan yang ada di Bali, pulau kecil yang telah digelari pulau surga oleh dunia. Sesungguhnya, hal ini sama saja menggoyangkan aplikasi konsep Tri Hita Karana yang hendaknya sama-sama kita jaga. Konsep keseimbangan tiga unsur yang hendaknya berjalan beriringan tanpa saling mendahului ini menjadi penjaga keseimbangan jagat sekala-niskala Bali. Apakah tidak ada alternatif lain yang bisa dilakukan penguasa tanpa merusak alam Bali yang indah hanya untuk mendukung APEC 2013...

Read More

Tengoklah Ruang-ruang Kelas Itu

Posted by on May 6, 2012 in Lain-Lain | 0 comments

Pada dasarnya pendidikan tidak hanya sekedar melibatkan proses penambahan pengetahuan (intelektualitas) saja, tapi juga harus mengarah pada pengembangan karakter dan motivasi di kalangan peserta didik untuk bekal hidup. Pendidikan hendaknya mengajarkan sikap dan kehidupan. Siswa yang mendapat nilai 10 mata pelajaran Matematika di kehidupan kelas tidak bisa mengukur volume kardus mie instan yang kerap ia makan di kehidupan nyata. Miris. Siswi yang mendapat ujian nasional 10 mata pelajaran Bahasa Inggris, tak pernah berani bercakap-cakap dengan wisatawan asing pada kehidupan nyata. Menyedihkan. Lalu sikap generasi muda yang cepat puas dengan sesuatu menjadi sifat manja yang sangat memprihatinkan. Hati saya miris menyaksikan reaksi siswa-siswa SMA dan sederajat yang gagal ujian nasional melalui tayangan stasiun-stasiun televisi di Tanah Air beberapa tahun lalu. Lebih menyedihkan lagi, masih ada siswa yang mengambil jalan pintas dengan mengakhiri hidupnya sendiri karena dinyatakan tidak lulus salah satu...

Read More

Tiga Sajak Pendek

Posted by on May 5, 2012 in sajak | 0 comments

Pagi dan Embun yang Santun Aku pagi dan engkau embun. Pagi ceria dengan embun yang santun. Aku sudah tak ada ketika mentari menembusmu. Embun kini ditemani pagi di ujung daun. Cinta Pagi Menjawab tanpa jawaban. Cintaku adalah rasa asin di lautmu. Pagi mengira, mentari sanggup melarung asin kita yang berlebih hingga menyatu. Menjawab tanpa jawaban. Cintaku adalah bunga-bunga yang tumbuh di sela rumput liar. Pagi mengira, engkau yang memekarkan bungaku. Untuk Sebuah Petang Selembar malam yang aku rindu. Segulung pagi yang terlewati. Sesobek siang yang menyengat. Petang hadir dengan rumit. Tak bisa kumengerti sebagai rumus-rumus matematika. Terlalu panjang barisan antara nol dan koma. Terlalu susah dipahami nyata. Singaraja, jumat malam,...

Read More

Puisi Juara Gue

Posted by on May 4, 2012 in Lain-Lain | 0 comments

Tanggal 1 Maret 2012 itu adalah hari yang paling mengejutkan buat hidup gue. Ya setidaknya, sampe gue ngetik post ini, hehe. Gue nggak nyangka puisi iseng yang gue kirim ke lomba puisi yang diselenggarakan sama himpunan mahasiswa jurusan gue jadi juara 1. Puisi itu judulnya Senyum Kopi. Puisi paling ngaco yang gue buat, tapi dengan penyajian yang sok serius. Puisi itu lahir ketika gue sedang nyruput kopi sebulan yang lalu, tepatnya Maret. Cuma gara-gara ngebayangin senyum seorang cewe ketika menyeruput kopi, gue bisa nulis puisi ‘juara’ itu. Ajaib sebenernya. Selain jadi juara 1 lomba, puisi gue juga dibacakan perdana di depan orang banyak. Dibacakan dengan sangat baik di gelaran malam sastra, di depan teman-teman se-jurusan dan para dosen gue. Bangga banget. Itu pembacaan pertama lhoo, dan gue pun belum sempet bacain puisi itu di depan orang setelah ditulis. Lucu...

Read More

Essai Perdana di Media Masa Lokal. Sumpah Gugup.

Posted by on May 1, 2012 in Lain-Lain | 0 comments

Sebuah ‘pemikiran’ gue dimuat di harian Bali Post, 29 April 2012. Akhirnya, setelah cukup lama menunggu, setelah berkali-kali gagal muat, setelah beberapa kali dikembalikan, satu yang lolos. Sebuah artikel yang menurut gue ‘remeh’ tapi ternyata hebat. Ini tulisan perdana, pengalaman pertama, dimuat di rubrik essai, kalau di rubrik suara hati dan suara mahasiswa sudah sering. Entahlah, ini ajaib! Terkadang, tulisan-tulisan gue dengan konsep pemikiran sederhana yang ‘menang’. Sedang tulisan yang agak terkesan ‘berat’ malah tidak masuk hitungan. Tulisan gue yang dimuat di Bali Post Minggu itu berjudul ‘Membuat Majalah Sekolah Yuk!’. Sebuah ajakan untuk membangkitkan pers sekolah, khususnya pers abu-abu. Keberadaan media komunikasi masa seperti majalah sekolah sangat penting adanya. Kesadaran inilah yang coba gue ‘doktrin’ ke kepala pembaca. Berhasil atau nggaknya, belum ketahuan sih. Heehe. ini dia tulisan gue yg dimuat Bali...

Read More