Pages Navigation Menu

Mengelola Majalah Sekolah

Posted by on Jan 26, 2013 in artikel, essai | 0 comments

Sebagai seseorang yang pernah membimbing teman-teman mengelola majalah, saya banyak belajar dari teman-teman (yang ketika itu masih SMA) yang kreatif. Mereka sangat kreatif menulis, membaca, dan melayout tampilan majalah. Merekapun mampu untuk saling bekerjasama menerbitkan majalah sekolah yang biasanya diterbitkan satu semester sekali selama 6 bulan. Untuk mengelola majalah sekolah sebenarnya tidaklah terlalu sulit. Hal yang tersulit saya rasakan adalah menjaga agar tulisan tidak terlihat basi dan terupdate dengan baik. Dewan redaksi harus menjaga mutu tulisan, sebab majalah ini terbit hanya 6 bulan sekali. Oleh karena itu, kami selalu mengadakan kegiatan studi jurnalistik, semacam share sambil belajar di lapangan. Mereka dilatih dan diarahkan untuk mengelola sebuah majalah sekolah. Kelak jika Anda menjadi seorang guru, hal ini sangatlah penting. Majalah sekolah (atau majalah dinding sekalipun) adalah media yang sangat terhormat untuk menyampaikan inspirasi. Jadi langkah yang harus Anda lakukan adalah...

Read More

Saatnya Sekolah Inklusi Diperjuangkan

Posted by on Jan 25, 2013 in artikel, essai | 0 comments

saat ini pendidikan di Indonesia masih melihat peserta didik dengan satu kaca mata, bahwa semua anak adalah sama. dalam beberapa sudut pandang, hal ini sangatlah mendiskriminasi. walau pandangan itu ditujukan awalnya untuk menghilangkan diskriminasi. demi merobohkan tembok pembatas antar siswa dalam kehidupan sosialnya. well, ga selalu bagus. diskriminasi malah muncul ketika siswa dipandang sama. hal ini kentara di ruang-ruang belajar. akibatnya, pemberian materi pendidikan diberikan sama antara satu anak dengan anak yang lainnya. harusnya, setiap anak diberikan ruang dan hak yang sama untuk berkembang sesuai kapasitas sang anak. bukan ‘dipaksa’ berkembang di luar batas kemampuan anak. walaupun kita harus memandang setiap anak sama. hendaknyalah kita lebih bijaksana lagi dalam menyikapi ‘kesamaan’ yang dimaksudkan itu. seara hakiki, tidak ada manusia diciptakan sama. tak bisa dimungkiri lagi. bahkan anak kembar pun tak sama persis kan? yang pasti setiap anak istimewa. tidak...

Read More

Sekilas Wayang Ceng Blonk

Posted by on Jan 21, 2013 in artikel | 0 comments

Seni pertunjukan wayang mungkin tidak terlalu digemari oleh generasi muda zaman sekarang. Apalagi seumuran dengan saya, dan generasi di bawah saya. Karena bagi sebagian orang, pertunjukan ini susah dimengerti, karena bahasa dan cerita yang menggambil kisah-kisah berat seperti Ramayana dan Mahabarata. Walau begitu, dalam melestarikan pertunjukan (kesenian) wayang ini, banyak inovasi dilakukan oleh para pelaku wayang. Mulai dari merekontruksi cerita, serta isu-isu kekinian yang diangkat, tanpa kehilangan ruh pesan-pesan luhur cerita wayang yang sudah ada, sehingga masih bisa dikonsumsi oleh generasi zaman sekarang. Wayang Ceng Blonk adalah salah satu wayang yang mengikuti perkembangan isu-isu sosial serta teknologi terkini dalam mendukung pertunjukkannya. Terbukti, wayang ini dapat dinikmati oleh lintas generasi. Wayang yang didalangi oleh Nardayana ini sukses memunculkan lagi apresiasi wayang di kalangan generasi muda. Belayu adalah nama sebuah desa di Bali selatan—ia secara administratif masuk dalam wilayah kabupaten Tabanan,...

Read More

Tentang Tan Malaka

Posted by on Jan 20, 2013 in artikel | 0 comments

Tan Malaka filsuf tersohor Indonesia meninggalkan misteri dari sisi kehidupannya, tapi menghidupkan akal sehat manusia ketimuran dengan karya terbaiknya. Materialisme, Dialektika dan Logika (Madilog). Mahakarya ini menempatkan Tan Malaka sebagai salah satu tokoh filsuf Indonesia, bahkan tidak sedikit orang yang mengatakan Tan Malaka adalah satu-satunya filsuf yang dimiliki oleh Indonesia. Perjalanan hidup Tan Malaka melahirkan kontroversi dan tanda tanya di penghujung hayatnya, karena kaburnya jejak kehidupan Tan Malaka seperti hilang di telan bumi, hilang yang tak tau rimbanya, mati yang tak tau kuburnya, ia raib bersama orisinalitas pemikirannya, kabur bersama konsistensi dan komitmen hidupnya, tetapi kekuatan berpikir yang dimiliki Tan Malaka disandarkan kepada hasil berpikir ilmiah yang berangkat dari problematika sosial ke Indonesiaan. Komitmen ke Indonesian Tan Malaka mewarnai perantauannya yang melanglangbuana kebeberapa negara, diawali dengan pendidikan dasarnya di Bukittinggi di teruskan pendidikan menengah di Harlem Belanda. Bangunan Ke...

Read More

Capung

Posted by on Jan 14, 2013 in sajak | 0 comments

Sayap-sayap indah Terbang menembus angin Menantang siang Menerobos hujan Lalu disimpan dalam dingin telaga Sebelum petang...

Read More