Pages Navigation Menu

Sapa Terakhir

Posted by on Apr 30, 2013 in orbituari | 0 comments

“Tdk perlu terlalu sedih kalau kamu kehilangan sesuatu. Kalau mmg itu milikmu, pst akn kembali, dlm bentuk yg sama / berbeda.” Ini adalah tweet dari akun mbak @MerryRiana yang di-retweet oleh teman saya Gek Mas Kencana. Retweet itu muncul beberapa hari lalu tepatnya 5.45 AM – 25 Apr 13 atau jika dibawa ke wita akan menjadi tanggal 26 April 13. Dan secara mengejutkan, sebuah retweet-an itu adalah tweet terakhirnya. Secara tidak terduga oleh siapapun. Besoknya, tanggal 27 April 2013 sekitar pukul 15.00 wita (sesuai berita di media) teman saya, Gek Mas Kencana mengalami kecelakaan ketika datang dari Singaraja menuju Tabanan. Kecelakaan parah itu mengakibatkan Gek Mas dan pacarnya Indra meninggal dunia. Semua tidak percaya. Saya pun yang mendapat kabar dari mantan pacar saya ketika itu juga tidak percaya. Saya dikabari mantan pacar saya sekitar pukul 18.00 wita. Untuk menjawab...

Read More

Esai Pendek: Menghargai Keberagaman

Posted by on Apr 15, 2013 in essai | 0 comments

Masyarakat Indonesia dilihat dari sudut kebudayaannya adalah plural (jamak) dan sekaligus juga heterogen (aneka ragam). Kondisi kemajemukan budaya masyarakat Indonesia di satu pihak membuat kita bangga, namun sesuai dengan konsep rwa bhineda atau oposisi binary, di balik kebanggaan/berkah itu, kemajemukkan juga mengandung musibah yakni kerawanan akan konflik. Harusnya perbedaan tidak dijadikan hambatan dalam berinteraksi antarmanusia. Alasannya, karena pada hakikatnya ada sebuah kesamaan yang paling mendasar, yaitu sama-sama merupakan manusia yang memiliki hati nurani. Inilah konsep ideal yang ditawarkan untuk menyikapi keberagamanbudaya di Indonesia. Kita sebagai rakyat Indonesia harusnya saling menghormati dan menghargai antar satu dengan yang lainnya, antar satu suku dengan suku lainnya, antara agama satu dengan yang lainnya, tanpa sedikitpun merendahkan suku, budaya, adat, dan juga agama yang dimiliki orang lain. Bukankah berbeda itu indah? Keberagaman ibarat pelangi. Pelangi itu terdiri dari berbagai warna yaitu merah, jingga, kuning,...

Read More

Esai Pendek: Mari Mencintai Bahasa Indonesia

Posted by on Apr 9, 2013 in essai | 0 comments

Bahasa Indonesia merupakan bahasa Nasional. Bahasa ini wajib dikuasai seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Bahkan tidak hanya dikuasai, namun juga harus dipraktekkan dengan baik dan benar, salah satunya digunakan dalam berkomunikasi sehari-hari. Ini penting karena fungsi bahasa Indonesia adalah sebagai alat pemersatu bangsa karena kita telah tahu bahwa bangsa kita ini terdiri atas bermacam-macam suku, adat, dan bahasa. Bahasa Indonesia memiliki suatu peranan penting dalam kehidupan rakyat Indonesia karena bahasa Indonesia adalah bahasa nasional. Bahasa Indonesia digunakan dalam berkomunikasi ke luar dengan masyarakat lain di daerah lain di Indonesia. Namun tetap dengan catatan, bahasa daerah masing-masing yang dimiliki wajib dilestarikan keberadaanya. Di dalam masyarakat perkotaan besar, tentu bahasa wajib adalah menggunakan bahasa Indonesia, lalu bagaimana dengan masyarakat di pedesaan? Pasti mereka masih menggunakan bahasa daerah untu berkomunikasi dan sebagian dari mereka terkadang masih belum bisa berkomunikasi dengan bahasa Indonesia....

Read More

Kamu Beda Aku Suka (end)

Posted by on Apr 8, 2013 in sehari-hari | 0 comments

Bolehkah aku bercerita tentang awal hubungan kita? Jika kamu menyempatkan diri membaca ini, aku yakin kamu akan bosan. Aku tahu kamu lebih tertarik pada anime, komik, naruto. Pertemuan kita diawali oleh sapaan terpendek di dunia. “Hai” Tiga huruf itulah yang selanjutnya mengubah hidupku dan semoga saja hidupmu. Karena selanjutnya kita melewati hari-hari bersama, sepersekian dari hidupmu bersamaku. Sapaan isengku yang mengantarkan kita pada satu titik. Titik ternyaman saat kita berkenalan. Kamu beda, aku suka. Tuhan. Aku memang tidak percaya, hubungan ini berjalan singkat. Dan kini telah berakhir, memang tidak ada yang mengakhiri. Entahlah, kita tak lagi seperti dulu. Aku harus melupakan, agar tak terlampau...

Read More