Pages Navigation Menu

Cinta dan Konsekuensinya

Posted by on Jul 15, 2013 in essai, sehari-hari | 0 comments

Benar atau salah, setiap tindakan pastilah ada konsekuensinya. Dari hampir semua pengalaman yang saya miliki, terutama tentang (ehem) jatuh cinta, saya pun menjadi semakin mengerti bahwa setiap tindak-tanduk saya memiliki konsekuensinya masing-masing. Jatuh cinta pada dasarnya adalah sebuah tindakan yang mengantarkan saya pada berbagai konsekuensi. Konsekuensi paling mendasar adalah patahnya hati saya sendiri. Konsekuensi lainnya adalah saya harus memulai suatu hubungan dengan manusia lain, yang pada akhirnya mungkin menjadi pendamping hidup saya–walaupun saya juga belum berpikir sampai sejauh itu. Bila tidak bisa jadi istri, ya paling jadi mantan pacar saja. Sederhana, kan? Ya, sesederhana itu. Tidak, sebenarnya tidak sesederhana itu. Konsekuensi jatuh cinta lebih dari itu. Jatuh cinta bisa membuat saya belajar banyak hal, terutama tentang memahami orang lain. Saya bisa belajar lebih jauh tentang seseorang yang bahkan belum saya kenal sama sekali. Semuanya benar-benar baru sekaligus menantang. Saya...

Read More

Perpisahan Rika

Posted by on Jul 11, 2013 in artikel, musik | 0 comments

Pagi ini entah kenapa saya ingin memanjakan telinga saya dengan lagu-lagu dari Ice Cream Attack! (http://t.co/DOl1Z4HVSK) sebuah band Dance Rock asal Bali. Walaupun kini mereka memindahkan basecamp mereka ke Depok tetap saja dalam akun twitter dan facebook mereka menuliskan dari Bali. Mereka adalah salah satu band yang menurut saya sangat cepat melesat di ‘luar kandang’. Musikalitas dan kualitas yang mereka miliki sangat pantas mendapat ganjaran nasional. Dan lagu-lagu mereka membuat saya rindu. Dan yang paling membuat saya rindu adalah Rika Yuniorika (@rikayuniorika). Dia adalah sang vocalis unyu yang selalu dinanti oleh setiap Creamers (sebutan untuk penggemar mereka). Ya, Rika juga adalah salah satu sebab saya menyukai band ini. Vocalnya yang lembut tapi bertenaga langsung membuat saya jatuh cinta. Mirib-mirib Sherina tapi lebih khas gadis ABG, unyu dan menggemaskan. Untuk yang belum tahu, bisa mendengarkan lagu-lagu mereka yang semuanya sudah...

Read More

Kontroversi "Anak Gembala dan Induk Serigala"

Posted by on Jul 11, 2013 in artikel, essai | 0 comments

Cerpen ini kumcer-dedy.blogspot.com/2007_09_01_arc…diperbincangkan karena dimuat di buku pelajaran kelas 6 SD. Beberapa laman berita menyebutnya cerpen porno. Sebenarnya cerpen @dedyriyadi yang berjudul “Anak Gembala dan Induk Serigala” ini jika dibaca utuh terlalu berlebihan kalau disebut cerpen porno. Menurut Dedyriyadi (yang mengarang cerpen ini), cerpen ini bercerita tantang kasus faktual yaitu tentang anak-anak korban perkosaan dan ibu yg melacur untuk menafkahi anaknya. Namun nyatanya anggapan yang muncul dari cerpen ini adalah “buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas 6 SD di Bogor ternyata mengandung materi pornografi!” Mungkin jika dilihat dari diksi-diksi yang digunakan masih terlalu vulgar jika diberikan untuk anak SD di negeri ini. Iya negeri ini, saya pikir cerpen ini masih layak dijadikan bahan bacaan untuk anak kelas 6 SD karena banyak pesan yang bisa digali di dalamnya. Seperti misalnya agar para anak-anak ini bisa lebih menjaga diri di zaman...

Read More

Membuat Kalimat Pertama

Posted by on Jul 9, 2013 in artikel | 0 comments

Kalimat pertama dalam setiap tulisan itu penting. Jika bagus, bisa membuat pembaca ingin membaca terus. Sebaliknya, jika jelek dan kebetulan pembacanya tidak sabar, pasti tulisan itu ditinggal. Membuat bagian awal itu susah-susah gampang. Nah, beberapa hal yang bisa dicoba dalam membuat kalimat pertama: Tulis saja kalimat awal seadanya. Lalu lanjut ke kalimat selanjutnya. Kalau mentok di kalimat pertama terus, kapan bikin kalimat ke-dua, ke-tiga, ke-empat, dan seterusnya? Biasanya kalimat bagus datang tiba-tiba. Tangkap dan tulis saat itu juga. Seperti datangnya yang tiba-tiba, hilangnya pun bisa tiba-tiba. Jadi tulis sekarang atau catat di tempat selain ingatan. Jangan pernah percaya pada ingatan. Mungkin di perjalanan nanti akan bermunculan kalimat-kalimat bagus. Bandingkan saja dengan yang sudah ada. Kalau lebih bagus, ganti. Kalau lebih jelek, simpan. Bisa saja nanti terpakai di tempat yang lain. Jangan mentok pada kalimat awal berupa deskripsi setting. Memang...

Read More

Saya Belajar

Posted by on Jul 7, 2013 in essai, sehari-hari | 0 comments

Menulis itu asyik. Dan saya baru menyadarinya. Jika melihat ke belakang saat saya masih SD, saya merasa selalu kekurangan ide saat disuruh untuk menulis oleh guru saya. Ketika SD itu selalu ada pelajaran mengarang dan saya sangat membenci karena saya selalu tidak memiliki hal yang menarik untuk ditulis. Jikapun saya akhirnya bisa menulis dan mengumpulkannya ke guru, itu melalui proses yang sangat lama. Dalam dua jam pelajaran menulis, tulisan yang saya hasilkan biasanya tak sampai penuh satu halaman buku tulis. Lain halnya dengan teman-teman saya yang bisa menulis dua halaman lebih kertas doubel folio dengan rentang waktu yang sama. Saat itulah saya merasa menulis itu tidak mengasyikkan. Ketika itu saya belum begitu menyukai pelajaran bahasa Indonesia. Saya masih tertarik dengan pelajaran Seni, karena hanya disuruh menggambar saja. Meskipun gambar yang saya buat tidak sebagus teman-teman, tapi saya menyukai pelajaran...

Read More