Pages Navigation Menu

Seniman

Posted by on Jun 10, 2015 in sajak | 0 comments

Sore berwarna cerah. Debu-debu berwarna keemasan tengah menari-nari. Pekat wangi mawar menyelimuti rindu merekah. Aroma esok, berlari-lari. Pagi yang segar. Rerumputan berwarna jernih. Tatapan ganjil tentang masa muda. Siang adalah sapuan warna cemerlang di atas kanvas. Gema cinta...

Read More

Kakek Pohon

Posted by on Jun 8, 2015 in prosa | 0 comments

Kemarin, ada suara berisik muncul dari balik pohon besar di belakang rumah. Ibu menyebutnya pohon beringin. Kata ibu, umur pohon ini lebih tua dari kakek. Aku heran, mengapa pohon besar ini bisa ada di belakang rumah? Ibu tak pernah bisa menjawabnya. Menurut almarhum kakek, seperti penjelasan ibu, tak ada yang menanam pohon ini sebelumnya. Pohon ini hadir begitu saja tanpa sepengetahuan orang rumah. Hingga menjadi sebesar sekarang. Beberapa jenis burung kadang hinggap di pohon ini. Tupai juga, aku sering melihat sepasang tupai di sana. Pohon ini mungkin rumah singgah bagi para binatang ini. Namun pada suatu sore, aku mendengar suara manusia dari balik pohon. Terdengar seperti suara anak kecil, memanggil “mama, mama.” Ini pertama kali terjadi. Aku menceritakan pada ibu. Ia tak percaya. Ibu mengira aku beralusinasi. Aku kembali mengintip pohon besar itu dari balik jendela. Kali ini tidak...

Read More

Nenek

Posted by on Jun 5, 2015 in cerpen | 0 comments

Di dekat pohon jepun, Nenek menghentikan langkahnya, menelusuri batang, dahan, serta ranting yang bulat bergerigi sampai ke pucuk. Bunga jepun putih ini tak pernah malas mekar. Batang bambu yang selalu digunakan untuk mengait kuntum-kuntum bunga bersandar di salah satu dahan. Nenek dan pohon jepun bagai sejoli yang sedang melepas rindu. Senyum merekah keduanya seperti dua kekasih yang lama terpisah. Entah sudah berapa ratus bunga yang telah Nenek petik dari pohon itu. Mungkin sejak aku belum lahir. Karena saat aku lahir, pohon jepun ini sudah berdiri gagah di sebelah merajan, setidaknya begitu cerita perempuan kurus ini. Pohon ini masih seperti dulu, berseri dan selalu menyapa ramah setiap orang yang akan memetik bunganya. Pohon ini tak pernah berhenti berbunga. Bila satu bunga dipetik, Ia akan menumbuhkan sepuluh bunga baru. Nenek selalu membalas budi kebaikan pohon jepun dengan memberikan sesajen pada Tumpek...

Read More