Pages Navigation Menu

Puisi Sepanjang Juni

Ritual Potong Rambut

Rambutku belum lagi panjang
ibu pegang gunting sambil bersenandung,
ritual seyakin-yakinnya
biar bersih
biar dunia sambut aku
pertama kali, untuk
ucap syukurku
ucap syukur keluargaku

Takdir dimulai bertahun kemudian
ketika mitos milik siapa
istri bilang pamali
meski kami yakin
doa-doa digumamkannya

Ini kisah untuk semua
sebuah alinea tua
kulihat diri di cermin pagi ini
rambut hanya pembawa sial
hendak potong
biar lega hari
biar bebas hujan
dari kami

(2017)

***

Yang Termakan Waktu

Hujan seharian ini
benar-benar tak mau redup
tanpa kusadari waktu
merembes kemana-mana

Selama itu pula huruf di kepalaku
menjadi serupa lebah
mereka bertukar pandang
tawa juga kelakar
menggeliat pelan
sementara hujan belum mereda

Di atas kepalaku
hijau dedaun peneduh
menyimpan rerintik
yang dijatuhkan awan
untuk bekal masa depan

Bayang kuncup memekar berkelebat
menimbulkan wangi sepanjang abad
dari atas putik-putik basah

Potret bidadari
seperti kulihat dalam operet
tiba-tiba muncul
dengan melekap
dengan melengkap

Tubuhku telah menua
terasa dari gemeltuknya yang hebat
jadi tontonan
lebah,
           kumbang,
                             dan capung
sesekali digoda
kupu-kupu lepas kepompong
katanya hari minggu telah usai

Sebab menjelang senja
aku menemukanmu di tumpukan warna-warna dalam kepalaku
sepetak ruang tunggu

(2017)

***

Mengajak Putri ke Sawah

Kita tidak perlu menunggu
langkahkan saja sepasang janji dan kesaksian
di bawah purnama kali ini

Jangan takut gaunmu kotor
sebab malam menjelang
butiran lumpur akan menjelma jadi bebutiran gundu warna-warni
yang siap kita mainkan
di petak sawah terakhir milik kakek

(2017)

***

Meminjam Sore

betapa sederhana
kita saling mengupas
dan menggenggam kenangan rahasia
membuka semua pintu

memulai percakapan panjang
kisah sebuah kota
penawar luka kembali menganga
hingga pukul enam sore
sebab tawa cerita
adalah jalan pintas menuju dongeng yang menggairahkan

murung helai gugur
tak akan sampai, kasturi
meski gugup dan letup
telah mencobanya berkali-kali
          akan tiba angin setelah ini
makin kencang mengguncang pagar
serta dedaun labu
          membelitnya

jangan resah
simpan saja kisah tentang putik,
         kerajaan milik moyangmu
sebab aku hanyalah akar
menjuntai

Di sudut yang membebaskanmu
kauingat pesan:
“padamkan nyalanya!”

Kita diam-diam
menyanyi selepas-lepasnya
tak peduli apakah kita berasal dari doa yang sama

Memulai lagi merakit sebuah dongeng
meski kau harus bergegas
kupandangi sekali lagi
punggungmu sebelum pulang

(2017)

***

Musang yang Terpesona pada Seekor Kupu-kupu

Dalam hutan milik siapa
sejak kanak bermain-main
seekor musang kejar kupu-kupu kecil
bersayap transparan dan suka menggoda

Tingkah lucunya dibungkus senja
di atas tanah basah
sisa gerimis penghujung tahun
menarik perhatian musang pelupa

Berulang kali janji yang tumbuh
sepenuh rindu
selepas pertemuan sebelumnya
di atas jembatan
tempat muda-mudi berbulan madu

Kupu-kupu itu telah mati
musang itu mirip turis berceloteh sendiri
tak ada yang mengenangnya

Ia di senyapan malam
tersesat seperti kabut
memeram kisah-kisah masa lalu
dilupakan daun-daun cemara kering
bertebaran di atas lumut
dekat kolam itu
bibirnya diam
tubuhnya diam

Pagi belum tentu menyeka kesedihan
yang merembes ke seluruh tubuhnya
musang kini sendiri
sesekali bertanya
perihal musim selalu ingkar
lantaran kisah kadaluarsa
sebelum gemuruh di dadanya
menjadi api yang membakar dirinya sendiri

(2017)

***

Di Uma Ole

Cahaya lampu malu-malu
menyinari pipi susumu
pada malam yang bergairah
          untuk kita

Melintas pematang
disambut harum jerami ucap selamat datang
dan kunang-kunang di atas kepala
memandangi kita amat lugu

Saat petikan dawai
beterbangan dibawa angin sawah
dan mampir mengetuk jendela hatimu
bebintang hanya terlihat satu-satu

Di hamparan ini
tawa riang anak-anak desa menghangatkan tubuh kita
                              mulai gigil

Biar susah
tetap kuingin petik senyummu yang ranum
aku pun gugup

(2017)

***

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>