Pages Navigation Menu

Puisi Sepanjang Oktober

Kidung Ahad

Ini waktu favorit kita
menghadap segelas puding masing-masing
memenuhi langit
hingga menyeret matahari tenggelam
memastikan senyummu ketuk pintu rumah

Saat lagu mulai parau
aku tak nyalakan lampu-lampu
namun rindu berbinar
menghangatkan embun di ujung ilalang
buat tetesan bernada
merenda alam
gunung diam
tubuhku gelisah
untuk kemudian membakar sunyi
sebab penyair terlampau mencintai kekasihnya

(2017)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>