Pages Navigation Menu

Jangan Seperti Ni Daha Tua

Siapa pun kita, di mana pun kita berada hendaknya kembali merenungi ungkapan di atas langit masih ada langit. Sebab, siapapun kita, sehebat apapun kita, masih ada yang lebih hebat dari kita. Pun juga untuk menegaskan bahwa tidak ada yang patut disombongkan dari segala yang telah kita miliki maupun yang telah diraih.
Bahkan ketika usaha yang telah kita lakukan seakan begitu hebatnya, namun ternyata masih ada orang lain yang lebih baik dari apa yang telah kita lakukan. Tetaplah bersyukur. Kekecewaan menghampiri itu wajar. Terpenting janganlah iri hati.
Jangan seperti Ni Daha Tua yang selalu lba dan iri hati. Ingin menjadi seperti orang lain yang terlihat lebih baik dan selalu lupa bersyukur atas segala anugerah dan pencapaian. Cerita Ni Daha Tua bisa dibaca di buku Satua-satu Bali I karangan I Nengah Tinggen. Buku ini diterbitkan oleh penerbit Indra Jaya Singaraja, tahun 1993.
Diceritakan Ni Daha Tua adalah perempuan tua yang hidup sendiri di sebuah gubuk kecil. Kegiatan sehari-harinya adalah mencari kayu bakar ke hutan. Hasilnya akan dijual ke pasar untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sesungguhnya, Ni Daha adalah orang yang giat bekerja namun loba dan iri hati.
Ia iri dengan pencapaian yang diperoleh tetangganya, Pan Rendah. Melihat hasil kayu bakar yang didapat Pan Rendah lebih banyak darinya, ia ingin muda kembali. Ni Daha ingin muda seperti Pan Rendah, memiliki tenaga yang lebih banyak, sehingga bisa mencari kayu bakar lebih banyak pula. Dengan ajaib, keinginan Ni Daha dikabulkan oleh Tuhan, yang dalam cerita disimbolkan sosok perempuan ajaib.
Setelah menjadi muda dan berhasil mengumpulkan kayu bakar yang banyak serta mendapat hasil yang lumayan, Ni Daha tetap saja iri. Ia ingin menjadi saudagar. Sebab saudagar mendapat penghasilan yang jauh lebih besar dari hanya menjual kayu bakar. Tidak menunggu waktu lama, keajaiban kembali terjadi. Ni Daha menjadi saudagar hingga akhirnya kaya raya.
Sifat jeleknya tak juga sembuh. Ia tetap saja tidak bersyukur dan iri dengan pencapaian orang lain. Kali ini Ni Daha ingin menjadi raja. Sebab menjadi raja, ia akan memiliki banyak bawahan, banyak uang, serta akan bahagia setiap hari.
Dengan ajaib, kembali keinginan Ni Daha terkabul. Perempuan tua itu menjadi raja dan mendapatkan segala keinginannya. Namun, ternyata di dunia ini raja tidaklah satu. Ada raja lain yang menguasai wilayah lain. Ni Daha pun kembali tidak puas. Ia ingin, hanya dirinya satu-satunya raja dan menguasai seluruh dunia. Ni Daha benar-benar tidak bersyukur. Loba yang teramat sangat akhirnya membuat dirinya celaka. Akhirnya Ni Daha meninggal karena iri hati dan keserakahannya.
Tokoh Ni Daha dalam cerita Ni Daha Tua selalu tidak bersyukur. Padahal Tuhan telah begitu baik kepadanya. Ni Daha menganggap seakan semua yang dialami tak adil kelihatannya. Seakan usaha yang telah dilakukan hanyalah percuma. Ia melihat orang lain selalu lebih hebat hingga memunculkan iri hati.
Seharusnya, ketika tahu bahwa ada seseorang lebih baik, gunakan sebagai motivasi bukan iri. Secara perlahan harus sadar bahwa segala yang telah dilakukan belumlah cukup. Perjuangan yang telah dilakukan belumlah sempurna. Maka, perjuangan lebih keras perlu dilakukan.
Percayalah Tuhan menciptakan manusia lengkap dengan ketidaksempurnaan. Hal ini tentu agar manusia selalu bersyukur. Sebab, masih terbuka kesempatan untuk menjadi lebih baik daripada sebelumnya.
Di atas langit akan selalu ada langit yang lebih tinggi. Ini harus dimaknai agar manusia tak merasa sombong dan puas akan segala yang telah dicapai. Situasi ini juga akan membuat manusia selalu berusaha menjadi lebih baik tak sekedar berdiam di tempat dan terpana.
Di atas langit akan selalu ada langit. Kita mesti sadar bahwa akan selalu ada yang lebih dari pada kita. Maka, jauhkanlah sifat sombong. Terus berusaha dan lawanlah sifat iri yang ada dalam diri. Manusia diciptakan tidak sempurna, tak ada yang layak disombongkan dari kita. Manusia diciptakan untuk saling melengkapi, tak ada yang perlu iri. Jangan seperti Ni Daha yang tak pernah bersyukur dan iri kepada orang lain.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>