Pages Navigation Menu

Membaca Pesan Tumpek Landep

Jauh lebih penting dari sekadar memelihara tradisi adalah memaknainya. Pelan-pelan harus mulai dipahami bahwa semua tradisi yang ada memiliki pesan dan semangat yang hendaknya direnungkan maksudnya. Apalagi di Bali, begitu banyak tradisi yang erat dengan simbol-simbol.
Keragaman tradisi juga telah menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Bali. Maka, masyarakat lokal harus lebih dulu memahami tiap tradisi yang dijalaninya. Jangan sekali-kali menjawab, “Nak mula keto (memang begitu)”. Sangat penting mulai mencari tahu makna di balik tradisi tersebut. Agar bisa segera memaknai serta mengimformasikan kepada generasi berikutnya, bahkan kepada warga luar yang tertarik pada keunikan Bali.
Seperti halnya saat merayakan Tumpek Landep, masyarakat Hindu di Bali memberikan sesaji kepada sepeda motor, mobil, dan juga berbagai jenis perabotan. Bukan berarti masyarakat Hindu di Bali menyembah benda-benda elektronik. Ritual mengupacarai berbagai jenis perkakas ini hendaknya dimaknai benar-benar. Jangan hanya menjadi sebuah kebiasaan yang begitu melekat hingga ke generasi berikutnya tanpa bisa memaknainya.
Tumpek Landep hadir dua pekan setelah raya Saraswati. Saraswati dimaknai sebagai pemuliaan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan adalah segalanya di dunia ini, sebab membuat manusia cerdas dan bijaksana. Bukan hanya sekadar memberikan sesajen pada buku-buku dan tidak membaca saat hari Saraswati. Ingatlah bahwa beberapa kejahatan yang paling buruk ketimbang membakar buku salah satunya adalah dengan tidak membacanya, seperti kata Joseph Brodsky. Brodsky adalah penyair pemenang Nobel Sastra 1987. Brodsky mungkin tidak mengenal hari raya Saraswati, namun ia memaknainya dengan baik.
Tumpek Landep dirayakan tiap Saniscara, Kliwon, wuku Landep. Tumpek Landep menyimpan makna menajamkan pikiran dan nurani sebagai senjata dalam tiap diri manusia. Jadi, Tumpek Landep bukan sekadar mengupacarai sepeda motor dan mobil yang dimiliki.
Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna, sebab memiliki pikiran dan perasaan. Sangat sayang jika kecerdasan pikiran dan kepekaan nurani tidak digunakan sebagaimana mestinya. Manusia haruslah bisa menemukan solusi pada tiap masalah yang dihadapi. Manusia hendaknya memiliki empati terhadap sesama, bukan malah iri dan dengki serta bahagia melihat orang lain kesusahan.
Momen Tumpek Landep inilah sebaiknya digunakan sebagai ajang refleksi diri, menajamkan pikiran dan nurani. Praktiknya memang dengan mengupacarai senjata yang dimiliki, mulai dari keris, segala perkakas, hingga sepeda motor dan mobil. Semua itu adalah simbol senjata bagi manusia dalam menjalani hidup. Namun, senjata paling utama ada dalam diri manusia berupa pikiran dan nurani yang senantiasa harus ditajamkan.
Diikutkannya sepeda motor dan mobil bahkan komputer dalam upacara Tumpek Landep bisa dimaknai sebagai rasa syukur manusia terhadap keberadaan teknologi. Bahwa pada zaman modern seperti saat ini, teknologi telah membantu kehidupan manusia. Teknologi adalah senjata bagi manusia dalam mengarungi zaman globalisasi seperti saat ini.
Teknologi adalah senjata yang membuat taraf hidup manusia menjadi lebih baik. Keberadaan teknologi haruslah disyukuri. Teknologi dari yang sederhana hingga canggih begitu penting bagi kehidupan manusia. Tetapi ingat, teknologi harus dimanfaatkan dengan benar agar manusia meraih kesejahteraan hidup.
Cara berterima kasih secara tradisional yang diramu dengan kearifan lokal memang menjadi keunikan tersendiri dalam tradisi masyarakat Bali. Tidak terkecuali Tumpek Landep. Maka, hal yang tidak kalah pentingnya adalah memaknai tiap tradisi tersebut serta menelisik lebih dalam makna dan pesan yang terdapat di dalamnya. Maknai pesan tersirat dalam Tumpek Landep, jangan berhenti pada ritual saja.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>