Pages Navigation Menu

Ulasan Kumpulan Cerpen Ngambar Bulan

Mendokumentasikan Warisan Budaya

Judul buku : Ngambar Bulan
Penulis : IDK Raka Kusuma
Penerbit : Sanggar Buratwangi
Cetakan : I, 2006
Tebal : ii + 39 halaman

Cerita-cerita lisan bisa jadi akan segera dilupakan. Seperti dongeng misalnya, telah jarang diceritakan oleh para orang tua kepada anak-anak mereka. Padahal, dongeng dan cerita lisan lainnya mengandung banyak nilai kehidupan. Selain juga sebagai dokumentasi tradisi yang dimiliki masyarakat pada suatu tempat.
Perkembangan tradisi menghadapi dilema. Tradisi-tradisi yang dipandang kuno seperti cerita lisan dan dongeng kurang peminatnya. Di sisi lain, cerita lisan masih diterima oleh sebagian masyarakat. Namun, konten-konten dalam cerita lisan tersebut akan berumur panjang jika mulai dialihwahanakan sehingga lebih dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda.
Penulis kelahiran Klungkung, IDK Raka Kusuma telah melakukannya pada karya-karyanya. Bisa dicermati pada buku kumpulan cerita pendek berbahasa Bali yang berjudul Ngambar Bulan. Membaca cerpen-cerpen dalam Ngambar Bulan seperti mendengar dongeng yang berjalan pelan. Ibarat komposisi musik pelan yang juga dinikmati dengan pelan. Meski begitu, kisah demi kisah diceritakan dengan cergas.
Ada tujuh buah cerpen dalam buku ini, beberapa di antaranya diterbitkan kembali dalam kumpulan berjudul Begal (2012). Kumpulan cerpen Ngambar Bulan memiliki perwajahan sederhana namun tetap artistik. Setelah wajah dalam, buku ini langsung menuju daftar isi (ii) tanpa Pengantar. Tanpa Pengantar, saya merasa buku ini belum lengkap. Sebab bagian ini menarik untuk dibaca sebelum melangkah ke cerita demi cerita di dalamnya.
Semua cerpen dalam kumpulan ini menggunakan gaya penceritaan yang serupa. kuat dalam dialog, tuturan begitu lincah membangun suasana tiap cerita. Menunjukkan Raka Kusuma memiliki kecakapan bebahasa Bali yang mumpuni. Ia konsisten membikin pembaca antusias dengan akhir cerita yang khas.
Daya tarik cerpen-cerpen dalam Ngambar Bulan adalah Raka Kusuma menghidupkan hal-hal yang mungkin luput dari ingatan masyarakat, juga yang mungkin telah dialami, tetapi luput dipahami. Melalui cerpen-cerpen dalam kumpulan ini, ia menyerahkan pembaca untuk memaknai, mengamati, dan menafsirkan isinya. Mungkin saja akan ada berbeda pada tiap pembaca yang memiliki konteks masing-masing.
Tujuh cerpen dalam buku bersampul putih ini mengedepankan konflik batin. Cerpen Dija, misalnya menggambarkan kebingungan individu jika tanpa seorang bapak. Bapak sebagai kepala keluarga juga tulang punggung dalam sebuah keluarga memiliki peran yang amat penting. Maka pertanyaan “dimana bapak” oleh tokoh adalah bukti. Cerpen Ngambar Bulan, yang juga menjadi judul kumpulan ini, memiliki akhir cerita yang absurd. Sepanjang cerita, tokoh Putu Reka seakan bermonolog.
Cerpen-cerpen lainnya juga dengan kemasan yang sama. Cerpen Museum, mengangkat trauma akibat tragedi kemanusiaan 1965. Sebuah tragedi yang sangat memilukan hingga dirasakan oleh generasi setelahnya. Lalu cerpen Mebakti Mrep Kangin, tampaknya muncul dari sebuah mitos atau cerita lisan yang bersumber dari masyarakat. Arah kangin (timur) yang digambarkan dalam cerpen juga adalah arah yang disucikan di Bali. Cerpen terakhir, Ngidam menceritakan mitos tentang ngidam serta hal-hal gaib yang dipercaya masyarakat Bali. Tiga cerpen ini menggunakan latar Bali yang tidak hanya menjadi tempelan.
Ada juga cerpen Juru Satua dengan cerita yang berlapis-lapis. Terdapat cerita dalam cerita yang entah, tidak jelas, ujung pangkalnya. Cerpen Tali Plastik bercerita tentang pembalasan dendam.
Bali memiliki warisan kisah yang beragam. Kisah yang sesungguhnya menyimpan kekayaan budaya dan nilai-nilai yang bisa diwariskan kepada generasi berikutnya. Pertanyaannya adalah bagaimana cara untuk mewarisinya? Mengingat generasi zaman sekarang begitu dinamis dan berjarak dengan hal-hal kuno. Untunglah, melalui cerpen-cerpen Bali modern hal ini bisa diupayakan. Penulis IDK Raka Kusuma membuktikannya melalui kisah-kisah yang ditulisnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *