Pages Navigation Menu

Ruang-ruang untuk Perempuan

Posted by on Jun 30, 2018 in essai | 0 comments

“Catatan Pentas Menu Masa Depan” Di dunia nyata, para perempuan seakan tidak mendapat panggung. Maka penting untuk menciptakan ruang bagi perempuan, atau sekadar memberi ruang untuk mereka. Inilah yang coba dilakukan dalam pentas kedua Perempuan Mahima dari Komunitas Mahima Singaraja. Pentas berjudul Menu Masa Depan dihadirkan oleh Perempuan Mahima dari Komunitas Mahima (29/6) di Guntur Corner, Jl Buluh Indah No 51X Denpasar. Pementasan yang seluruhnya digarap oleh perempuan ini haruslah diapresiasi setinggi-tingginya. Sebab tak banyak yang bersedia memberikan ruang bagi perempuan sebagai “ujung tombak” sebuah lakon, baik di dunia nyata maupun di panggung pentas. Sebab, perempuan selalu ada pada posisi yang tak nyaman. Dianggap bersalah, ditolak oleh lingkungan, dan merasa tidak berhak hidup di lingkungan sosial, dan seterusnya kerap dirasakan oleh sebagian kaum perempuan. Penilaian terhadap perempuan tersebut selalu muncul dari individu atau kelompok yang memiliki power. Hal ini...

Read More

Dua Prosa Liris

Posted by on Jun 29, 2018 in sajak | 0 comments

Pulang Mendengar Kicau Burung Semakin sering aku pulang, kicaumu makin lantang. Di antara kerumunan peristiwa, memanggil-manggilku datang. Siapa yang kau ajak bernyanyi hari ini? Kau tak beri isyarat, hanya munculkan bayang lampau. Namun, samar kurasa aroma kabar pahit, disembunyikan beribu menit. Menelusuri batas waktu di laut luas tak terperi. Kutemukan kembali dirimu dalam rona cakrawala. Ada sunyi pada kicau pertamamu. Dengan syarat kepak sayap menyala darah. Entah karena robek sayatan embun kemarau bulan Mei. Saat bangku dingin tersipu malu dan langit subuh memegang sembilu. Karena memanggilkan luka. Perih di hati kini merajalela. Menjaga jarak dengan pohon tua. Yang dulu akrab, yang susah payah meniti ingatan. Untungnya raut danau tampak menyimpan banyak kicaumu. (2018) Penghakiman Seekor bekicot berjalan pelan melewati daun-daun keladi yang lebar. Selebar dunia yang ia tempati sendiri. Melangkah ia pelan. Dengan perasaan masih sama, tak sedikitpun menyerah....

Read More

Memilih Jagoan di Piala Dunia 2018 Layaknya Memilih Istri

Posted by on Jun 20, 2018 in essai | 0 comments

Bagi sebagian orang, gelaran Piala Dunia menjadi penuh berkah. Mulai dari para penjual bendera peserta di pinggir jalan, toko daring penjual jersey KW super, atau para pejudi musiman yang muncul empat tahun sekali. Namun jangan sekali-kali konyol dalam bertaruh judi sepak bola, apalagi menyangkut tim-tim di Piala Dunia. Apalagi untuk bertaruh tim-tim Piala Dunia 2018 ini, tidak cukup hanya bermodal wanen dan sugih. Anda harus memikirkan banyak hal sebelum akhirnya yakin bertaruh untuk sebuah tim. Teman saya, Budi (bukan nama sebenarnya) telah kalah ratusan ribu gara-gara menjagokan tim Jerman dan Brasil. Jerman dikalah Meksiko dan Brasil ditahan Swiss. Tanpa analisis mumpuni, tentu teman saya akan kalah terus menerus. Hingga partai final, bisa saja dia sampai menjual motor, karena kalah taruhan terus. Banyak fans sepak bola lupa bahwa perjalanan sebuah tim dalam kompetisi seperti Piala Dunia tidak bisa hanya ditentukan...

Read More

Di Piala Dunia 2018, Jerman Hanyalah Kuda Hitam

Posted by on Jun 17, 2018 in essai | 0 comments

Setiap hajatan Piala Dunia, teman-teman saya pasti paling banyak mendukung timnas Jerman. Sebagian lagi bisa dipastikan mendukung timnas Brasil. Dua tim itu memang selalu menjadi unggulan. Apalagi Jerman hadir sebagai juara bertahan dan Brasil masih menjadi pemegang piala terbanyak. Di atas kertas, kedua tim tersebut memang tidak bisa diremehkan. Meski liga lokal mereka tidak secemerlang Liga Inggris atau La Liga Spanyol. Ya, hal ini tidak bisa dijadikan acuan. Sebelum sepak mula Piala Dunia 2018 Rusia dilakukan, saya telah memiliki analisis sendiri bahwa Jerman hanyalah kuda hitam pada hajatan tahun ini. Namun saya menunggu waktu yang tepat untuk memaparkannya kepada khalayak. Sebab, analisis ini pasti dianggap mengada-ada oleh teman-teman saya. Apalagi para pendukung Jerman. Setelah melihat pembagian grup dan hasil laga pertama Tim Panser, saya semakin yakin terhadap analisis ini. Tim arahan Joachim Loew berada di Grup F bersama Meksiko,...

Read More

Bahasa Indonesia, Fakta dan Kenyataannya

Posted by on Jun 11, 2018 in essai | 0 comments

Indonesia masih terpuruk. Sejak 1945 Indonesia dinyatakan merdeka, hingga tahun ini ternyata belum benar-benar merdeka. Bangsa ini masih dijajah bahkan oleh bangsanya sendiri. Sebagian masyarakat Indonesia malu menggunakan bahasanya sendiri. Mereka menganggap bahasa Indonesia tidak keren dan lebih suka menggunakan bahasa asing. Generasi hari ini, yang dinamai generai milenial atau kids zaman now, sangat suka menggunakan bahasa campur aduk. Seperti berkomunikasi dengan bahasa Indonesia dan Inggris dalam satu kalimat. Tren ini juga marak di kalangan pejabat yang seharusnya menjadi contoh baik bagi masyarakat. Bahkan kecenderungannya sekarang, mencampurkan tiga bahasa, bahasa Indonesia, asing, dan daerah dalam sebuah kalimat. Silakan cermati komunikasi sehari-hari generasi muda di sekitar Anda! Mungkin karena generasi sekarang dituntut untuk berkarier hingga ke luar negeri (go internasional), mesti menguasai bahasa asing, seperti Jerman, Inggris, Spanyol, Prancis dan lainnya hingga mengesampingkan bahasa Indonesia. Ditambah dengan fakta metode pembelajaran...

Read More