Pages Navigation Menu

Sajak tentang Makanan dan Minuman

Sajen Ayam

tiada yang mati
hanya lahir kembali oleh dewata
adalah untuk dewata
hinggap di hati tiap manusia
pada tiap sudut semesta
dirindukan mantra suci para sulinggih
dan kepulan asap dupa dibakar
sujud sajen di bawah hujan purnama
ialah rupa syukur mereka

terlacak kisah tak terucap
membalur tubuh bumi, mengkilat
oleh air mata siapa

musim berlalu bawa pilu
menyeka sakit merindu
untuk penghuni tanah-Mu
berbahagialah-berbahagialah
kepak sepasang sayapmu

meski kadang sunyi
suka cita ini
janganlah sampai memberangus
kebaikan hati-Mu abadi
mesti kadang masih terasa ngilu
hingga ke sumsum tulang
tempatku pulang

(2018)

Ritual Minum Teh

Jika mungkin sediakan sore pekat
dan untaian doa penolak hari buruk
pada cangkir keramik
hadiah ibu suatu siang itu

aduk-aduk tangan angin
agar kesayangan lekas matang
seperti titik-titik embun
lama ditunggu sebagai menu favorit

(2017)

Meminum Kopi

Rintik sisa hujan menyejukkan
mengiringi perjalanan menuju secangkir kopi
adalah berkat bagi lambung

Sore semakin gigil
jalan setapak makin lengket
mampirlah jika tak sibuk
sekadar bertegur sapa buat buah tangan
bercerita tentang pemandangan indah
pesona pisang goreng dan lupis ketan aroma pandan
buatan istri
atau menyimpan sejuk pedesaan
dalam satu dua jepretan langit cerah, angin tawa, dan keluh lirih

atau kembang kopi
pendongeng ulung
perekam kisah nenek moyang
juga penjawab bagi segala pertanyaanmu
bahkan hingga malam menggeliat manis
serupa cairan gula palem

(2018)

Ikan Bakar Pinggir Pantai

Tataplah garis pantai
akan kau dapati senyum ringan tipis tak beralamat
tak beraturan dibentuk kecemasan

bersyukur pada dewata
musim tak lagi menangis
meski kesetiaan dan janji belum tuntas
memetik harum nyala batang dupa
menyimpul setengah rona dan degup dada

menulis pagi dalam puisi
tentu perlu mencari-cari ruang ingat

berasil!
satu porsi ikan bakar harum batok kelapa
menghentikan air mata dan kemarau panjang

tentu tak bisa diremehkan
juga janji ubi santan
dan tumis pakis bunga pepaya

garam berjatuhan di tepi pantai
bercampur sedap sampai sudut-sudut rumah nelayan
berhasil mengaduk genangan kenangan
akan lelaki tua itu
pengipas ikan pada tungku bakar
tempat ia pulang

(2018)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *