Pages Navigation Menu

Literasi

Posted by on Dec 18, 2018 in essai | 0 comments

Pada salah satu episode sinema anak-anak, Upin & Ipin terlihat anak-anak usia sekolah dasar begitu girang ketika perpustakaan keliling datang. Sejurus dengan itu mereka lalu berhamburan menuju ke dalam perpustakaan. Wajah mereka berseri-seri memilih buku, seperti pelaut yang menemukan harta karun. Berbalik fenomenanya yang terjadi pada anak didik penulis. Mereka begitu tidak bergairah ketika diajak untuk membaca dan mendiskusikan isi teks. Penulis asal Mesir, Sayyid Qutb (1906-1966) pernah melontarkan kalimat terkenal, satu peluru bisa menembus satu kepala, satu buku bisa menembus ribuan, bahkan jutaan kepala. Perumpamaan yang meninjukkan betapa besar kehadiran buku. Masyarakat Indonesia memang memiliki masalah dengan buku. Hal ini menarik dibahas sebab setidaknya ada tiga hal yang berkaitan yaitu terbatasnya ruang baca, iklim literasi yang baru disiapkan, dan data dari UNESCO. Permasalahan terbatasnya ruang baca hingga saat ini masih sama dengan belasan tahun lalu. Keberadaan perpustakaan di...

Read More

Berani Menulis

Posted by on Nov 28, 2018 in essai | 0 comments

Banyak yang menganggap mengikuti ekstrakulikuler jurnalistik tidak ada gunanya. Kesuksesan dalam kegiatan ekstra tersebut juga kalah pamor dibandingkan misalnya menang lomba sains atau juara di kompetisi pekan olahraga pelajar. Syukurnya, selalu ada saja siswa yang memiliki minat bergabung dalam ekstrakulikuler minoritas ini. Begitu pula pihak sekolah, kadang masih memandang sebelah mata kegiatan-kegiatan dalam ekstrakulikuler ini. Sebab, prestasi yang ditorehkan minim. Lain daripada itu hasil dari berproses di ekstrakulikuler ini juga seakan tak kasatmata. Memang, warga sekolah perlu diedukasi tentang hal ini. Tidak lupa bagi para orang tua siswa, agar mereka tahu manfaat keikutsertaan putra-putri mereka dalam unik kegiatan ini. Sebuah cerita miris sering saya alami, misalnya anak dilarang membeli buku bacaan. Bukan karena uang tersebut harus dibelikan sembako, namun karena bagi si orang tua, buku tidaklah lebih berguna daripada sepotong baju baru di hari raya. Cerita lain, tentang stigma...

Read More

Meniru Madé Nasarudin

Posted by on Oct 5, 2018 in essai | 0 comments

Cerpen berbahasa Bali karya Kukuh Sugianto, Madé Nasarudin, mengajak pembaca untuk belajar jujur dan tidak korupsi. Cerpen ini dapat dibaca di Jurnal Kawi edisi 1, Januari – Juni 2012. Jurnal yang khusus berisi konten bahasa dan sastra Bali ini diterbitkan Sanggar Buratwangi Amlapura. Meski cerpen lama, pesan moral yang termuat di dalamnya masih sangat relevan untuk kondisi saat ini. Apalagi menjelang tahun politik, 2019 nanti. Masyarakat mesti waspada sebab masih banyak anggota dewan dan calon anggota dewan terlibat korupsi. Sejak berdiri pada 2004, KPK telah memproses hukum 554 orang dari berbagai kalangan, antara lain 205 anggota legislatif baik pusat maupun daerah, 100 kepala daerah, 204 orang dari pihak swasta, 22 hakim, 7 jaksa, dan 10 pengacara. Dari data litbang Kompas, sejak 2009 hingga 30 Juni 2018, tindak pidana korupsi berdasarkan profesi paling banyak dilakukan oleh anggota DPR dan DPRD....

Read More

Nendang Penalti itu Berat, Biar Harry Kane Saja

Posted by on Jul 4, 2018 in essai | 0 comments

Pada sebuah momen, Gareth Southgate, pelatih timnas Inggris sempat berkata, “(penalti) itu bukan keberuntungan. Bukan juga tentang kesempatan. Adu penalti adalah tentang kemampuan menguasai diri di bawah tekanan. Banyak yang bisa Anda lakukan untuk menguasai diri di momen itu (adu penalti), bukan malah dikuasai momen tersebut”. Maklum saja, Southgate pernah mengalami trauma dengan adu penalti. Ia ingat betul perasaan mual yang menyeruak ke kerongkongan ketika penjaga gawang Jerman, Andreas Kopke berhasil menghalau tembakannya dari titik 12 pas. Itu terjadi saat semifinal Piala Eropa 1996. Ia menjadi satu-satunya eksekutor Inggris yang gagal menunaikan tugas hingga timnya tersingkir. Setelah 22 tahun, mantan manajer Middlesbrough ini berhasil membayar hutangnya kepada rakyat Inggris. Tim Tiga Singa di bawah asuhannya berhasil lolos dari adu penalti lawan Kolombia pada babak 16 besar Piala Dunia 2018 ini. Tentu saja banyak fans merasa berbahagia, begitu pula sebagian...

Read More

Sajak tentang Makanan dan Minuman

Posted by on Jul 2, 2018 in sajak | 0 comments

Sajen Ayam tiada yang mati hanya lahir kembali oleh dewata adalah untuk dewata hinggap di hati tiap manusia pada tiap sudut semesta dirindukan mantra suci para sulinggih dan kepulan asap dupa dibakar sujud sajen di bawah hujan purnama ialah rupa syukur mereka terlacak kisah tak terucap membalur tubuh bumi, mengkilat oleh air mata siapa musim berlalu bawa pilu menyeka sakit merindu untuk penghuni tanah-Mu berbahagialah-berbahagialah kepak sepasang sayapmu meski kadang sunyi suka cita ini janganlah sampai memberangus kebaikan hati-Mu abadi mesti kadang masih terasa ngilu hingga ke sumsum tulang tempatku pulang (2018) Ritual Minum Teh Jika mungkin sediakan sore pekat dan untaian doa penolak hari buruk pada cangkir keramik hadiah ibu suatu siang itu aduk-aduk tangan angin agar kesayangan lekas matang seperti titik-titik embun lama ditunggu sebagai menu favorit (2017) Meminum Kopi Rintik sisa hujan menyejukkan mengiringi perjalanan menuju...

Read More