Pages Navigation Menu

Nendang Penalti itu Berat, Biar Harry Kane Saja

Posted by on Jul 4, 2018 in essai | 0 comments

Pada sebuah momen, Gareth Southgate, pelatih timnas Inggris sempat berkata, “(penalti) itu bukan keberuntungan. Bukan juga tentang kesempatan. Adu penalti adalah tentang kemampuan menguasai diri di bawah tekanan. Banyak yang bisa Anda lakukan untuk menguasai diri di momen itu (adu penalti), bukan malah dikuasai momen tersebut”. Maklum saja, Southgate pernah mengalami trauma dengan adu penalti. Ia ingat betul perasaan mual yang menyeruak ke kerongkongan ketika penjaga gawang Jerman, Andreas Kopke berhasil menghalau tembakannya dari titik 12 pas. Itu terjadi saat semifinal Piala Eropa 1996. Ia menjadi satu-satunya eksekutor Inggris yang gagal menunaikan tugas hingga timnya tersingkir. Setelah 22 tahun, mantan manajer Middlesbrough ini berhasil membayar hutangnya kepada rakyat Inggris. Tim Tiga Singa di bawah asuhannya berhasil lolos dari adu penalti lawan Kolombia pada babak 16 besar Piala Dunia 2018 ini. Tentu saja banyak fans merasa berbahagia, begitu pula sebagian...

Read More

Ruang-ruang untuk Perempuan

Posted by on Jun 30, 2018 in essai | 0 comments

“Catatan Pentas Menu Masa Depan” Di dunia nyata, para perempuan seakan tidak mendapat panggung. Maka penting untuk menciptakan ruang bagi perempuan, atau sekadar memberi ruang untuk mereka. Inilah yang coba dilakukan dalam pentas kedua Perempuan Mahima dari Komunitas Mahima Singaraja. Pentas berjudul Menu Masa Depan dihadirkan oleh Perempuan Mahima dari Komunitas Mahima (29/6) di Guntur Corner, Jl Buluh Indah No 51X Denpasar. Pementasan yang seluruhnya digarap oleh perempuan ini haruslah diapresiasi setinggi-tingginya. Sebab tak banyak yang bersedia memberikan ruang bagi perempuan sebagai “ujung tombak” sebuah lakon, baik di dunia nyata maupun di panggung pentas. Sebab, perempuan selalu ada pada posisi yang tak nyaman. Dianggap bersalah, ditolak oleh lingkungan, dan merasa tidak berhak hidup di lingkungan sosial, dan seterusnya kerap dirasakan oleh sebagian kaum perempuan. Penilaian terhadap perempuan tersebut selalu muncul dari individu atau kelompok yang memiliki power. Hal ini...

Read More

Memilih Jagoan di Piala Dunia 2018 Layaknya Memilih Istri

Posted by on Jun 20, 2018 in essai | 0 comments

Bagi sebagian orang, gelaran Piala Dunia menjadi penuh berkah. Mulai dari para penjual bendera peserta di pinggir jalan, toko daring penjual jersey KW super, atau para pejudi musiman yang muncul empat tahun sekali. Namun jangan sekali-kali konyol dalam bertaruh judi sepak bola, apalagi menyangkut tim-tim di Piala Dunia. Apalagi untuk bertaruh tim-tim Piala Dunia 2018 ini, tidak cukup hanya bermodal wanen dan sugih. Anda harus memikirkan banyak hal sebelum akhirnya yakin bertaruh untuk sebuah tim. Teman saya, Budi (bukan nama sebenarnya) telah kalah ratusan ribu gara-gara menjagokan tim Jerman dan Brasil. Jerman dikalah Meksiko dan Brasil ditahan Swiss. Tanpa analisis mumpuni, tentu teman saya akan kalah terus menerus. Hingga partai final, bisa saja dia sampai menjual motor, karena kalah taruhan terus. Banyak fans sepak bola lupa bahwa perjalanan sebuah tim dalam kompetisi seperti Piala Dunia tidak bisa hanya ditentukan...

Read More

Di Piala Dunia 2018, Jerman Hanyalah Kuda Hitam

Posted by on Jun 17, 2018 in essai | 0 comments

Setiap hajatan Piala Dunia, teman-teman saya pasti paling banyak mendukung timnas Jerman. Sebagian lagi bisa dipastikan mendukung timnas Brasil. Dua tim itu memang selalu menjadi unggulan. Apalagi Jerman hadir sebagai juara bertahan dan Brasil masih menjadi pemegang piala terbanyak. Di atas kertas, kedua tim tersebut memang tidak bisa diremehkan. Meski liga lokal mereka tidak secemerlang Liga Inggris atau La Liga Spanyol. Ya, hal ini tidak bisa dijadikan acuan. Sebelum sepak mula Piala Dunia 2018 Rusia dilakukan, saya telah memiliki analisis sendiri bahwa Jerman hanyalah kuda hitam pada hajatan tahun ini. Namun saya menunggu waktu yang tepat untuk memaparkannya kepada khalayak. Sebab, analisis ini pasti dianggap mengada-ada oleh teman-teman saya. Apalagi para pendukung Jerman. Setelah melihat pembagian grup dan hasil laga pertama Tim Panser, saya semakin yakin terhadap analisis ini. Tim arahan Joachim Loew berada di Grup F bersama Meksiko,...

Read More

Bahasa Indonesia, Fakta dan Kenyataannya

Posted by on Jun 11, 2018 in essai | 0 comments

Indonesia masih terpuruk. Sejak 1945 Indonesia dinyatakan merdeka, hingga tahun ini ternyata belum benar-benar merdeka. Bangsa ini masih dijajah bahkan oleh bangsanya sendiri. Sebagian masyarakat Indonesia malu menggunakan bahasanya sendiri. Mereka menganggap bahasa Indonesia tidak keren dan lebih suka menggunakan bahasa asing. Generasi hari ini, yang dinamai generai milenial atau kids zaman now, sangat suka menggunakan bahasa campur aduk. Seperti berkomunikasi dengan bahasa Indonesia dan Inggris dalam satu kalimat. Tren ini juga marak di kalangan pejabat yang seharusnya menjadi contoh baik bagi masyarakat. Bahkan kecenderungannya sekarang, mencampurkan tiga bahasa, bahasa Indonesia, asing, dan daerah dalam sebuah kalimat. Silakan cermati komunikasi sehari-hari generasi muda di sekitar Anda! Mungkin karena generasi sekarang dituntut untuk berkarier hingga ke luar negeri (go internasional), mesti menguasai bahasa asing, seperti Jerman, Inggris, Spanyol, Prancis dan lainnya hingga mengesampingkan bahasa Indonesia. Ditambah dengan fakta metode pembelajaran...

Read More

Guru Pembangkit Minat Baca

Posted by on Jun 8, 2018 in essai | 0 comments

Kemampuan literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mengomunikasikan gagasan secara lisan. Kemampuan literasi bangsa ini masih relatif rendah. Dibuktikan dari hasil studi Most Littered Nation In the Word yang dilakukan Central Connecticut State University pada 2016 yang menyatakan minat baca masyarakat Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara yang disurvei. Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Ada yang tahu di mana letak negara Bostwana? Berbagai cara telah coba dilakukan oleh banyak pihak, mulai dari pemerintah dengan dana negara atau oleh individu-individu penggiat literasi dengan dana swadaya. Perubahannya tentu tidak bisa instan. Usaha harus dilakukan terus menerus tanpa terputus sehingga melahirkan perubahan positif. Salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan ialah melalui para guru. Misal dengan langkah mengajak siswa membaca bacaan ringan di luar buku pelajaran. Bacaan ringan tersebut bisa berupa...

Read More