Pages Navigation Menu

Sajak untuk Made Navicula dan Afi

Posted by on Mar 31, 2018 in orbituari, sajak | 0 comments

Bli Made Untuk Made Navicula Tentu saja kau tak sendiri, Bli jutaan hati bersamamu di sudut senja abadi itu langit tandai keningmu Tentu saja kau buat rindu, Bli jarak hanya perihal bersua muka pada fragmen terakhir di hadapan jalan sederhana yang direstui semesta ada lega yang aneh, entah kelegaan pura-pura Tentu saja kau tetap akan tersenyum, Bli sebab kau bersama busur hujan menembus sore menyilaukan hangatkan kenyataan hadir dalam ketiadaan Tentu saja kau abadi, Bli layaknya bintang-bintang yang bahagia menyerahkan diri tengah malam dihadapkan dengan air mata jatuh dari sepasang sudut mata kami (2018) Yogya hanya singgah bertemu gudek laris, habis sebelum pukul 10 ratu bunga begitu lugu senyum menyengat penuh sesak matahari meringkik ribuan sapa terdengar nyaring duduk di alun-alun mencatat perjalanan (2018) Untuk Afi, Kekasihnya Lelaki itu pernah berkisah, perihal yang ditemukannya di palung terdalam dirinya di...

Read More

Doa untuk Pak Arifin

Posted by on Nov 27, 2013 in orbituari | 0 comments

Sepanjang pengamatan saya kematian bisa saja melahirkan duka dan juga suka dalam hati seseorang. Apakah saya terlalu kurang ajar hingga mengatakan bahwa kematian juga bisa melahirkan kebahagiaan bagi seseorang? Saya pikir tidak. Ada banyak kejadian yang mendasari pendapat ini. Terkadang orang meninggal bisa menimbulkan kebingungan, melahirkan masalah bagi keluarga yang ditinggalkan, karena harus pinjam uang untuk biaya upacara. Bagi mereka yang kaya, kematian dan upacaranya justru bisa menjadi kesempatan untuk pamer. Lain soal jika kematian terkena kasus adat. Lain lagi masalahnya. Jika seorang tokoh jahat pada sebuah film mati, hampir dapat dipastikan sebagian besar penonton menyukainya. Bergembira menyambutnya. Sebagian kecil penonton yang malah berduka menyambut kematian tokoh jahat bisa terlihat aneh. Lain halnya jika di dunia nyata. Seseorang jika malah berbahagia melihat sebuah kematian, bisa-bisa dicap aneh. Bisa diterima kan, mengapa saya sebelumnya menulis kematian bisa melahirkan kesedihan bahkan...

Read More

Sapa Terakhir

Posted by on Apr 30, 2013 in orbituari | 0 comments

“Tdk perlu terlalu sedih kalau kamu kehilangan sesuatu. Kalau mmg itu milikmu, pst akn kembali, dlm bentuk yg sama / berbeda.” Ini adalah tweet dari akun mbak @MerryRiana yang di-retweet oleh teman saya Gek Mas Kencana. Retweet itu muncul beberapa hari lalu tepatnya 5.45 AM – 25 Apr 13 atau jika dibawa ke wita akan menjadi tanggal 26 April 13. Dan secara mengejutkan, sebuah retweet-an itu adalah tweet terakhirnya. Secara tidak terduga oleh siapapun. Besoknya, tanggal 27 April 2013 sekitar pukul 15.00 wita (sesuai berita di media) teman saya, Gek Mas Kencana mengalami kecelakaan ketika datang dari Singaraja menuju Tabanan. Kecelakaan parah itu mengakibatkan Gek Mas dan pacarnya Indra meninggal dunia. Semua tidak percaya. Saya pun yang mendapat kabar dari mantan pacar saya ketika itu juga tidak percaya. Saya dikabari mantan pacar saya sekitar pukul 18.00 wita. Untuk menjawab...

Read More