Pages Navigation Menu

Segera Evaluasi Sistem Belajar

Posted by on Jun 2, 2018 in essai | 0 comments

Sering sekali saya mendapat curhat dari siswa terkait sistem belajar yang membosankan sehingga membuat siswa tidak tertarik pada mata pelajaran atau guru tertentu. Seperti misal, ada siswa yang hanya absen pada hari-hari tertentu saja dan dilakukan berulang selama satu semester berjalan. Berdasarkan keterangan siswa bersangkutan, ditemukanlah jawaban bahwa ia takut kepada guru A, pengajar mata pelajaran B. Mata pelajaran B terjadwal di kelas siswa tersebut pada tiap hari Senin jam 1-2. Sesuai catatan kehadiran, siswa tersebut memang sering absen pada hari Senin. Untuk mewujudkan amanat UUD 1945 mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, persoalan pendidikan seperti dikemukakan pada awal esai ini hendaknya menjadi perhatian bersama. Setiap guru hendaknya terbuka terhadap kritik. Bahkan, bisa menjadi otokritik untuk saya sendiri. Hanya memang saya menyarankan masing-masing guru mengevaluasi diri apalagi terkait sistem belajar di kelas. Perubahan ke arah yang lebih baik dengan ditopang...

Read More

Mitos di Panggung Modern

Posted by on May 21, 2018 in essai | 0 comments

Catatan Pentas Drama Musikal Capung Hantu Bali adalah pulau kecil, luasnya pun hanya 5.780 km persegi dengan jumlah penduduk sekitar 4,5 juta jiwa. Meski begitu, pulau ini tidak luput dari perubahan iklim yang terjadi secara global. Dampaknya mulai dirasakan oleh masyarakat, seperti musim kemarau lebih panjang hingga penurunan populasi capung. Capung merupakan serangga terbang pertama di dunia. Capung adalah serangga akuatik. Hidupnya bergantung pada kualitas air. Di Indonesia ada beragam jenis capung. Beberapa sumber menyebutkan Indonesia memiliki sekitar 900 jenis capung. Sebagian besar capung hanya tinggal di lingkungan bersih. Maka capung bisa digunakan sebagai indikator kualitas air. Meski riset tentang dampak perubahan iklim terhadap populasi capung belum banyak dilakukan. Sebagai generasi yang tumbuh tahun 90an ke belakang, pasti kerap melihat keberadaan capung. Bahkan, bersama teman-teman sering berburu capung dengan menggunakan getah buah nangka atau umpan capung yang lebih kecil....

Read More

Memupuk Daya Kritis Anak

Posted by on May 20, 2018 in essai | 0 comments

Peran orang tua dalam sebuah keluarga sangat penting. Apalagi dalam hal memfasilitasi daya kritis anak. Sangat diharapkan dalam lingkungan keluarga tumbuh tradisi berpikir yang kritis. Saya jadi ingat dengan keluarga pelaku teror dalam dua kasus terorisme di Surabaya, 13-14 Mei lalu, adalah contoh keluarga terencana dan berketahanan. Namun arah mereka keliru. Sangat disesalkan fenomena doktrinasi terhadap anggota keluarga, termasuk anak-anak, hingga menjurus pada aksi teror. Tampak yang terjadi, orang tua membatasi akses informasi kepada anak. Hasilnya sangat fatal. Anak-anak mengonstruksi informasi dan pengetahuan tanpa versi pembanding. Dalam benak anak terbangun sebuah prinsip hanya keyakinan mereka yang benar. Sebab tidak dibarengi perhatian dan verifikasi dari orang tua. Maka, peran orang tua mutlak dibutuhkan. Orang tua tidak boleh abai dengan daya kritis anak. Efeknya bisa jadi membahayakan. Pada zaman modern seperti saat ini, para orang tua terlalu sibuk hingga melupakan perhatian...

Read More

Catatan untuk Gerakan Literasi Sekolah (GLS)

Posted by on May 14, 2018 in essai | 0 comments

Beberapa tahun belakangan, sejak Kurikulum 2013 (K13) diterapkan, muncul Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Kemunculan GLS memiliki alasan yang kuat. Sebab menurut beberapa hasil riset, gerakan ini darurat untuk dilakukan. Lihatlah data-data yang dicatat Direktorat PSMK berikut. PIRLS (Progress in International Reading Literacy Study) pada 2011 mencatat, Indonesia berada pada peringkat 45 dari 48 negara. Menurut PISA (Programme for International Student Assessment ), Indonesia masih berada pada peringkat 64 dari 70 negara (2015). Selanjutnya, menurut data INAP (Indonesia National Assessment Program) pada 2016, nilai kemampuan membaca masyarakat Indonesia hanya 46,83% atau tergolong kurang. Literasi dalam konteks GLS merupakan kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan informasi secara cerdas. Saya jadi ingat kalimat Mohammad Hatta yang mengatakan, membaca tanpa merenungkan adalah bagaikan makan tanpa dicerna. Seperti dipertegas Ketua Harian GLS, Wien Muldian (Kompas, 14/5/2018) bahwa literasi tidak hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga...

Read More

Bukan Salah UNBK

Posted by on May 13, 2018 in essai | 0 comments

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bali merilis nilai hasil ujian nasional (UN) SMA/SMK 2018 (bisa dilihat di disdikpora). Hasilnya menunjutkan rata-rata UN tahun ini turun dibanding 2017. Dari hasil tersebut, mengerucut fakta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) memicu penurunan tersebut. Dua penyebab menurunnya nilai UN tahun ini, seperti dipaparkan Ketua PGRI Bali, I Gede Wenten Aryasuda di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Lapangan Renon, Minggu (13/5) yaitu dimasukkannya soal dengan standar lebih tinggi dan diberlakukannya UNBK. Dimasukkannya soal dengan standar yang lebih tinggi, tanpa diawali sosialisasi dan pelatihan guru. Pada UN 2018 ini, soal mengacu standar internasional seperti Programme for International Student Assesment (PISA) dan higher order thinking skills (HOTS). Beralihnya model Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) menjadi UNBK juga turut jadi penyebab. Sebab, pelaksanaan UNBK tanpa diimbangi dengan kesiapan infrastruktur, mulai masalah...

Read More

Puisi Adalah Mesiu

Posted by on May 1, 2018 in essai | 0 comments

Keberadaan karya sastra sudah semakin dekat dengan masyarakat. Sastra hadir tidak hanya pada buku pelajaran Bahasa Indonesia, melainkan juga di film-film, surat cinta remaja, hingga media sosial. Sebut saja Twitter, Facebook, dan Instagram sebagai pintu bagi masyarakat awam berkenalan dengan karya sastra, salah satunya puisi. Hal ini sejalan dengan fenomena pemanfaatan media sosial oleh para penulis untuk mengunggah karya-karya mereka. Media sosial menjadikan interaksi antara penulis dengan pembaca kian dekat. Meminjam istilah Jamal D Rahman, posisi karya sastra kian merakyat. Jika berbicara puisi, tidak banyak yang menyadari akan efek sebuah puisi bagi pembaca atau pendengar. Sebuah puisi bekerja tanpa suara. Penyairnya bisa jadi adalah orang yang paling ditakuti, disegani pada sebuah masa. Hampir pasti semua mengetahui Chairil Anwar dengan puisi terkenalnya “Aku” dan “Karawang Bekasi, atau Sapardi Djoko Damono dengan puisi “Aku Ingin”. Bahkan puisi Sapardi tersebut sering ditulis...

Read More