Pages Navigation Menu

Sajak tentang Makanan dan Minuman

Posted by on Jul 2, 2018 in sajak | 0 comments

Sajen Ayam tiada yang mati hanya lahir kembali oleh dewata adalah untuk dewata hinggap di hati tiap manusia pada tiap sudut semesta dirindukan mantra suci para sulinggih dan kepulan asap dupa dibakar sujud sajen di bawah hujan purnama ialah rupa syukur mereka terlacak kisah tak terucap membalur tubuh bumi, mengkilat oleh air mata siapa musim berlalu bawa pilu menyeka sakit merindu untuk penghuni tanah-Mu berbahagialah-berbahagialah kepak sepasang sayapmu meski kadang sunyi suka cita ini janganlah sampai memberangus kebaikan hati-Mu abadi mesti kadang masih terasa ngilu hingga ke sumsum tulang tempatku pulang (2018) Ritual Minum Teh Jika mungkin sediakan sore pekat dan untaian doa penolak hari buruk pada cangkir keramik hadiah ibu suatu siang itu aduk-aduk tangan angin agar kesayangan lekas matang seperti titik-titik embun lama ditunggu sebagai menu favorit (2017) Meminum Kopi Rintik sisa hujan menyejukkan mengiringi perjalanan menuju...

Read More

Dua Prosa Liris

Posted by on Jun 29, 2018 in sajak | 0 comments

Pulang Mendengar Kicau Burung Semakin sering aku pulang, kicaumu makin lantang. Di antara kerumunan peristiwa, memanggil-manggilku datang. Siapa yang kau ajak bernyanyi hari ini? Kau tak beri isyarat, hanya munculkan bayang lampau. Namun, samar kurasa aroma kabar pahit, disembunyikan beribu menit. Menelusuri batas waktu di laut luas tak terperi. Kutemukan kembali dirimu dalam rona cakrawala. Ada sunyi pada kicau pertamamu. Dengan syarat kepak sayap menyala darah. Entah karena robek sayatan embun kemarau bulan Mei. Saat bangku dingin tersipu malu dan langit subuh memegang sembilu. Karena memanggilkan luka. Perih di hati kini merajalela. Menjaga jarak dengan pohon tua. Yang dulu akrab, yang susah payah meniti ingatan. Untungnya raut danau tampak menyimpan banyak kicaumu. (2018) Penghakiman Seekor bekicot berjalan pelan melewati daun-daun keladi yang lebar. Selebar dunia yang ia tempati sendiri. Melangkah ia pelan. Dengan perasaan masih sama, tak sedikitpun menyerah....

Read More

Sajak untuk Made Navicula dan Afi

Posted by on Mar 31, 2018 in orbituari, sajak | 0 comments

Bli Made Untuk Made Navicula Tentu saja kau tak sendiri, Bli jutaan hati bersamamu di sudut senja abadi itu langit tandai keningmu Tentu saja kau buat rindu, Bli jarak hanya perihal bersua muka pada fragmen terakhir di hadapan jalan sederhana yang direstui semesta ada lega yang aneh, entah kelegaan pura-pura Tentu saja kau tetap akan tersenyum, Bli sebab kau bersama busur hujan menembus sore menyilaukan hangatkan kenyataan hadir dalam ketiadaan Tentu saja kau abadi, Bli layaknya bintang-bintang yang bahagia menyerahkan diri tengah malam dihadapkan dengan air mata jatuh dari sepasang sudut mata kami (2018) Yogya hanya singgah bertemu gudek laris, habis sebelum pukul 10 ratu bunga begitu lugu senyum menyengat penuh sesak matahari meringkik ribuan sapa terdengar nyaring duduk di alun-alun mencatat perjalanan (2018) Untuk Afi, Kekasihnya Lelaki itu pernah berkisah, perihal yang ditemukannya di palung terdalam dirinya di...

Read More

Puisi Sepanjang Oktober

Posted by on Oct 16, 2017 in sajak | 0 comments

Kidung Ahad Ini waktu favorit kita menghadap segelas puding masing-masing memenuhi langit hingga menyeret matahari tenggelam memastikan senyummu ketuk pintu rumah Saat lagu mulai parau aku tak nyalakan lampu-lampu namun rindu berbinar menghangatkan embun di ujung ilalang buat tetesan bernada merenda alam gunung diam tubuhku gelisah untuk kemudian membakar sunyi sebab penyair terlampau mencintai kekasihnya...

Read More

Puisi Sepanjang September

Posted by on Sep 26, 2017 in sajak | 0 comments

Gula Gula Kapas bersama putri, dayu, pandit kami pernah jadi anak-anak dengan kisah hampir sama suka jajan pinggir jalan ringan tapi manis kami ingin lagi jadi anak-anak senyum simpul, lipatan rindu pada saku kemeja marun bermotif ruas-ruas Denpasar kami bukan lagi anak-anak maka, kutitip gelak pada percakapan kalian dengan malu-malu, kurajut lalu jadi puisi warna-warni (2017) Percakapan Sebelum Tidur bersama putri puspita sari meski gigil aku ingin menyimpan mimpi di matamu untuk kunikmati pada tiap ruas waktu sepanjang tahun kerap tak pernah cukup ketika kukunyah, dengan gigi berusia lebih muda daripada usiaku siapa pemilik gerimis bulan september? membiarkan hari makin menua juga kita (2017) Bunga untuk Putri Mawar seikat adalah perekat Sebuah kasih Sang Hyang Widhi Sebagai kami, sebagai kami...

Read More

Puisi Sepanjang Agustus

Posted by on Aug 28, 2017 in sajak | 0 comments

Pemikat Jantung Ceritakan padaku tentang nyalang yang begitu tajam di bawah kabut pagi itu Di puncak rindu rumahmu tempat menampung kisah serta segala perjumpaan Lima menit, lima tahun, menjelma lima puluh tahun kerap tak cukup, sebab Pohon-pohon terus bertumbuh bisik gugur daun kering sedang kau masih menari Ikut irama musim dari dalam cangkang ada terlupa sebuah hari dengan pagi terlipat Kuajak kau ke balik senja menyulam peluk yang terlupa moga-moga tak jatuh air mata (2017) *** Kisah Suatu Pagi baju beraroma marun. bunga pagi dikoyak musang. cangkir-cangkir berjejeran bersisa kelakar. ya, begitulah. enigma tersimpan rapi di rumah nomor enam belas. (2017) *** Pasar-pasar Sudah hilang, sudah lenyap! kata ibu pada sambungan telepon Pagi basah, pagi basah pasar-pasar telah bernafas jauh tadi saat aku hitung dingin Tak pernah usai gigil meski pagi telah kembali (2017) *** Putih Sunyi Untuk matamu...

Read More