Pages Navigation Menu

Sajak untuk Made Navicula dan Afi

Posted by on Mar 31, 2018 in orbituari, sajak | 0 comments

Bli Made Untuk Made Navicula Tentu saja kau tak sendiri, Bli jutaan hati bersamamu di sudut senja abadi itu langit tandai keningmu Tentu saja kau buat rindu, Bli jarak hanya perihal bersua muka pada fragmen terakhir di hadapan jalan sederhana yang direstui semesta ada lega yang aneh, entah kelegaan pura-pura Tentu saja kau tetap akan tersenyum, Bli sebab kau bersama busur hujan menembus sore menyilaukan hangatkan kenyataan hadir dalam ketiadaan Tentu saja kau abadi, Bli layaknya bintang-bintang yang bahagia menyerahkan diri tengah malam dihadapkan dengan air mata jatuh dari sepasang sudut mata kami (2018) Yogya hanya singgah bertemu gudek laris, habis sebelum pukul 10 ratu bunga begitu lugu senyum menyengat penuh sesak matahari meringkik ribuan sapa terdengar nyaring duduk di alun-alun mencatat perjalanan (2018) Untuk Afi, Kekasihnya Lelaki itu pernah berkisah, perihal yang ditemukannya di palung terdalam dirinya di...

Read More

Puisi Sepanjang Oktober

Posted by on Oct 16, 2017 in sajak | 0 comments

Kidung Ahad Ini waktu favorit kita menghadap segelas puding masing-masing memenuhi langit hingga menyeret matahari tenggelam memastikan senyummu ketuk pintu rumah Saat lagu mulai parau aku tak nyalakan lampu-lampu namun rindu berbinar menghangatkan embun di ujung ilalang buat tetesan bernada merenda alam gunung diam tubuhku gelisah untuk kemudian membakar sunyi sebab penyair terlampau mencintai kekasihnya...

Read More

Puisi Sepanjang September

Posted by on Sep 26, 2017 in sajak | 0 comments

Gula Gula Kapas bersama putri, dayu, pandit kami pernah jadi anak-anak dengan kisah hampir sama suka jajan pinggir jalan ringan tapi manis kami ingin lagi jadi anak-anak senyum simpul, lipatan rindu pada saku kemeja marun bermotif ruas-ruas Denpasar kami bukan lagi anak-anak maka, kutitip gelak pada percakapan kalian dengan malu-malu, kurajut lalu jadi puisi warna-warni (2017) Percakapan Sebelum Tidur bersama putri puspita sari meski gigil aku ingin menyimpan mimpi di matamu untuk kunikmati pada tiap ruas waktu sepanjang tahun kerap tak pernah cukup ketika kukunyah, dengan gigi berusia lebih muda daripada usiaku siapa pemilik gerimis bulan september? membiarkan hari makin menua juga kita (2017) Bunga untuk Putri Mawar seikat adalah perekat Sebuah kasih Sang Hyang Widhi Sebagai kami, sebagai kami...

Read More

Puisi Sepanjang Agustus

Posted by on Aug 28, 2017 in sajak | 0 comments

Pemikat Jantung Ceritakan padaku tentang nyalang yang begitu tajam di bawah kabut pagi itu Di puncak rindu rumahmu tempat menampung kisah serta segala perjumpaan Lima menit, lima tahun, menjelma lima puluh tahun kerap tak cukup, sebab Pohon-pohon terus bertumbuh bisik gugur daun kering sedang kau masih menari Ikut irama musim dari dalam cangkang ada terlupa sebuah hari dengan pagi terlipat Kuajak kau ke balik senja menyulam peluk yang terlupa moga-moga tak jatuh air mata (2017) *** Kisah Suatu Pagi baju beraroma marun. bunga pagi dikoyak musang. cangkir-cangkir berjejeran bersisa kelakar. ya, begitulah. enigma tersimpan rapi di rumah nomor enam belas. (2017) *** Pasar-pasar Sudah hilang, sudah lenyap! kata ibu pada sambungan telepon Pagi basah, pagi basah pasar-pasar telah bernafas jauh tadi saat aku hitung dingin Tak pernah usai gigil meski pagi telah kembali (2017) *** Putih Sunyi Untuk matamu...

Read More

Puisi Sepanjang Juni

Posted by on Jun 29, 2017 in sajak | 0 comments

Ritual Potong Rambut Rambutku belum lagi panjang ibu pegang gunting sambil bersenandung, ritual seyakin-yakinnya biar bersih biar dunia sambut aku pertama kali, untuk ucap syukurku ucap syukur keluargaku Takdir dimulai bertahun kemudian ketika mitos milik siapa istri bilang pamali meski kami yakin doa-doa digumamkannya Ini kisah untuk semua sebuah alinea tua kulihat diri di cermin pagi ini rambut hanya pembawa sial hendak potong biar lega hari biar bebas hujan dari kami (2017) *** Yang Termakan Waktu Hujan seharian ini benar-benar tak mau redup tanpa kusadari waktu merembes kemana-mana Selama itu pula huruf di kepalaku menjadi serupa lebah mereka bertukar pandang tawa juga kelakar menggeliat pelan sementara hujan belum mereda Di atas kepalaku hijau dedaun peneduh menyimpan rerintik yang dijatuhkan awan untuk bekal masa depan Bayang kuncup memekar berkelebat menimbulkan wangi sepanjang abad dari atas putik-putik basah Potret bidadari seperti...

Read More

Seniman

Posted by on Jun 10, 2015 in sajak | 0 comments

Sore berwarna cerah. Debu-debu berwarna keemasan tengah menari-nari. Pekat wangi mawar menyelimuti rindu merekah. Aroma esok, berlari-lari. Pagi yang segar. Rerumputan berwarna jernih. Tatapan ganjil tentang masa muda. Siang adalah sapuan warna cemerlang di atas kanvas. Gema cinta...

Read More