Pages Navigation Menu

Puisi Sepanjang Juni

Posted by on Jun 29, 2017 in sajak | 0 comments

Ritual Potong Rambut Rambutku belum lagi panjang ibu pegang gunting sambil bersenandung, ritual seyakin-yakinnya biar bersih biar dunia sambut aku pertama kali, untuk ucap syukurku ucap syukur keluargaku Takdir dimulai bertahun kemudian ketika mitos milik siapa istri bilang pamali meski kami yakin doa-doa digumamkannya Ini kisah untuk semua sebuah alinea tua kulihat diri di cermin pagi ini rambut hanya pembawa sial hendak potong biar lega hari biar bebas hujan dari kami (2017) *** Yang Termakan Waktu Hujan seharian ini benar-benar tak mau redup tanpa kusadari waktu merembes kemana-mana Selama itu pula huruf di kepalaku menjadi serupa lebah mereka bertukar pandang tawa juga kelakar menggeliat pelan sementara hujan belum mereda Di atas kepalaku hijau dedaun peneduh menyimpan rerintik yang dijatuhkan awan untuk bekal masa depan Bayang kuncup memekar berkelebat menimbulkan wangi sepanjang abad dari atas putik-putik basah Potret bidadari seperti...

Read More

Seniman

Posted by on Jun 10, 2015 in sajak | 0 comments

Sore berwarna cerah. Debu-debu berwarna keemasan tengah menari-nari. Pekat wangi mawar menyelimuti rindu merekah. Aroma esok, berlari-lari. Pagi yang segar. Rerumputan berwarna jernih. Tatapan ganjil tentang masa muda. Siang adalah sapuan warna cemerlang di atas kanvas. Gema cinta...

Read More

Galau

Posted by on Mar 12, 2013 in prosa, sajak | 0 comments

Apakah kesabaran dan perjuanganku benar-benar tak terlihat di matamu? Kau tahu segalanya kan? Lalu kenapa kau diam? Mengapa kau bisu? Aku menulis ini dengan rasa sakit yang menohok tepat di pelipisku. Ya..kamu memang tidak benar-benar memahami. Aku menatap tuts keyboard laptop dengan raut masam. Aku sadari itu. Aku hanya ingin kau menyadari, aku butuh...

Read More

Capung

Posted by on Jan 14, 2013 in sajak | 0 comments

Sayap-sayap indah Terbang menembus angin Menantang siang Menerobos hujan Lalu disimpan dalam dingin telaga Sebelum petang...

Read More

Mantra Pertiwi

Posted by on Jan 5, 2013 in sajak | 0 comments

Pusaran pagitanpa si mataharinamun tetap terikDewa langit membelaiaku di dalam pusaran januryang menjadi melengkung pada penjorPertiwi mengutukrintik air tak jatuhdewa langit ingkar janjiaku tancapkan umbul-umbul, penjor, dan dupa wangiberharap dewa langit luluh Singaraja, 3 Januari...

Read More

Inikah Cara Cinta Menyiksa?

Posted by on Dec 19, 2012 in sajak | 0 comments

: Omat jarak hanya sekadar angka tapi jarak sejauh ini tak bisa membuat kita bergerak banyak seakan tak ada ruang untuk saling bersentuhan, saling menatap setiap detik menahan rindu inikah cara cinta menyiksa? melalui jarak ratusan kilometer? tapi, itulah manisnya jarak ia membuat kita menyadari tak ada cinta tanpa luka tak ada luka tanpa rindu singaraja,...

Read More