Pages Navigation Menu

Cinta dan Konsekuensinya

Posted by on Jul 15, 2013 in essai, sehari-hari | 0 comments

Benar atau salah, setiap tindakan pastilah ada konsekuensinya. Dari hampir semua pengalaman yang saya miliki, terutama tentang (ehem) jatuh cinta, saya pun menjadi semakin mengerti bahwa setiap tindak-tanduk saya memiliki konsekuensinya masing-masing. Jatuh cinta pada dasarnya adalah sebuah tindakan yang mengantarkan saya pada berbagai konsekuensi. Konsekuensi paling mendasar adalah patahnya hati saya sendiri. Konsekuensi lainnya adalah saya harus memulai suatu hubungan dengan manusia lain, yang pada akhirnya mungkin menjadi pendamping hidup saya–walaupun saya juga belum berpikir sampai sejauh itu. Bila tidak bisa jadi istri, ya paling jadi mantan pacar saja. Sederhana, kan? Ya, sesederhana itu. Tidak, sebenarnya tidak sesederhana itu. Konsekuensi jatuh cinta lebih dari itu. Jatuh cinta bisa membuat saya belajar banyak hal, terutama tentang memahami orang lain. Saya bisa belajar lebih jauh tentang seseorang yang bahkan belum saya kenal sama sekali. Semuanya benar-benar baru sekaligus menantang. Saya...

Read More

Saya Belajar

Posted by on Jul 7, 2013 in essai, sehari-hari | 0 comments

Menulis itu asyik. Dan saya baru menyadarinya. Jika melihat ke belakang saat saya masih SD, saya merasa selalu kekurangan ide saat disuruh untuk menulis oleh guru saya. Ketika SD itu selalu ada pelajaran mengarang dan saya sangat membenci karena saya selalu tidak memiliki hal yang menarik untuk ditulis. Jikapun saya akhirnya bisa menulis dan mengumpulkannya ke guru, itu melalui proses yang sangat lama. Dalam dua jam pelajaran menulis, tulisan yang saya hasilkan biasanya tak sampai penuh satu halaman buku tulis. Lain halnya dengan teman-teman saya yang bisa menulis dua halaman lebih kertas doubel folio dengan rentang waktu yang sama. Saat itulah saya merasa menulis itu tidak mengasyikkan. Ketika itu saya belum begitu menyukai pelajaran bahasa Indonesia. Saya masih tertarik dengan pelajaran Seni, karena hanya disuruh menggambar saja. Meskipun gambar yang saya buat tidak sebagus teman-teman, tapi saya menyukai pelajaran...

Read More

Postingan Setelah Menyadari Ternyata Aku Masih Pemalu

Posted by on May 28, 2013 in sehari-hari | 0 comments

“Seorang lelaki melintas menyimpan malu. Menyusul langkah sang gadis… yang mungil… Tapak kakinya yang lelah menyisakan perih. Berharap gadis mengerti hatinya. Tetes keringat mengalir mencoba melawan ragu.” Pemalu, ini adalah sifatku yang sampai saat ini masih belum bisa aku hilangkan. Aku selalu ingin menyampaikan sesuatu, namun selalu terkendala karena sifat pemalu ini. Ini kenapa aku lebih suka menulis, karena dengan menulis aku bisa menyampaikan hal-hal yang ingin aku sampaikan tanpa bertatap mata secara langsung. Ya karena sifat pemalu ini. Mendekati seorang gadispun aku gugupnya bukan main. Keringatku deras bercucuran. Sumpah, sifat pemaluku ini parah sekali. Terkadang, dalam beberapa hal sifat ini sangat tidak mengenakkan. Bahkan ketika SMP, aku hampir pinsan ketika duduk berdekatan dengan gadis yang aku (sebenarnya) taksir. Aib banget nih. Ini kenapa, aku jomblo, kayaknya....

Read More

Kamu Beda Aku Suka (end)

Posted by on Apr 8, 2013 in sehari-hari | 0 comments

Bolehkah aku bercerita tentang awal hubungan kita? Jika kamu menyempatkan diri membaca ini, aku yakin kamu akan bosan. Aku tahu kamu lebih tertarik pada anime, komik, naruto. Pertemuan kita diawali oleh sapaan terpendek di dunia. “Hai” Tiga huruf itulah yang selanjutnya mengubah hidupku dan semoga saja hidupmu. Karena selanjutnya kita melewati hari-hari bersama, sepersekian dari hidupmu bersamaku. Sapaan isengku yang mengantarkan kita pada satu titik. Titik ternyaman saat kita berkenalan. Kamu beda, aku suka. Tuhan. Aku memang tidak percaya, hubungan ini berjalan singkat. Dan kini telah berakhir, memang tidak ada yang mengakhiri. Entahlah, kita tak lagi seperti dulu. Aku harus melupakan, agar tak terlampau...

Read More

Tidak Harus Buah Jatuh Dekat dari Pohonnya

Posted by on Jul 21, 2012 in artikel, sehari-hari | 0 comments

Orang tua disebut teladan karena memang bisa menjadi contoh. Ini disebabkan karena para orang tua telah lebih dahulu mengalami. Teladan keutamaan hidup perihal nilai-nilai yang mewujud dalam prilaku sehari-hari. Mengingat zaman digital ini makin jamak bahtera keluarga yang karam karena krisis keteladanan. Mata anak-anak yang masih bening, dipaksa merekam perilaku kasar, kejadian-kejadian sengit itu akan disimpan si anak hingga dewasa. Kelak, anak-anak seperti ini cenderung mengalami masalah dengan mentalnya. Journal of Epidemiology and Community Health telah membuktikannya. Suatu hari saya melihat seorang anak manja, yang dengan ‘tidak merasa bersalah’ berteriak-teriak di keramaian pusat perbelanjaan. Lalu beberapa waktu berikutnya, saya bertemu anak yang tidak bisa ‘diam’ ketika diajak ke sekolah oleh orang tuanya yang kebetulan seorang guru. Si anak berlari kesana-kemari di lobi sekolah, meloncat-loncat, hingga mencolak-colek siswa yang sedang berjalan tidak jauh dari anak itu bermain. Dan dengan sok...

Read More

Secangkir Kopi

Posted by on Jun 3, 2012 in sehari-hari | 0 comments

Jaman terus berubah, gaya hidup pun ikut berganti. Tak lagi seperti dulu, kini kopi kian kehilangan kesan maskulin. Apa mungkin ini adalah efek samping dari emansipasi? Ya,,,nampaknya emansipasi tak hanya melulu dalam bidang pekerjaan atau profesi, tapi sudah menjangkiti berbagai lini kehidupan. Sampai – sampai kopi pun tak mampu mengelak dari derasnya arus emansipasi. Kopi yang dulunya bisa dianggap sebagai konsumsi monopoli kaum adam, kecuali untuk daerah tertentu, Bali misalnya yang memang minum kopi sudah menjadi kebiasaan bagi kaum hawa disana, kini kopi bebas dinikmati siapa saja, bahkan kopi sudah menjadi bagian gaya hidup dewasa ini. Mulai dari orang pinggiran sampai warga metropolitan, mulai dari warung kopi biasa ke retail cafe kelas dunia hingga warung kopi pangku bertebaran dimana – mana. Kopi menjelma bak selebritis yang digandrungi banyak orang. Dari perawan sampai tukang bakwan, dari sopir taksi hingga elit...

Read More